SAMOSIR – Pelaku usaha pariwisata di Samosir harus meningkatkan standar layanan hotel. Hal tersebut dibutuhkan agar mereka mampu bersaing dan mengimbangi pertumbuhan industri perhotelan di daerah tersebut.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samosir Annettee Horschmann mengatakan, industri pariwisata terus mengalami perkembangan. “Semuanya terus berkembang, tuntutan pelanggan (tamu) juga meningkat, maka standar layanan hotel juga harus ditingkatkan,” katanya, Minggu (28/1/2018).
Saat ini yang serba online menuntut adanya perkembangan layanan penyediaan sambungan internet menjadi sangat penting seperti layanan Wifi. “Tuntutan pasar meningkat, maka kita harus memenuhinya kalau tidak mau tersingkir dari persaingan,” kata wanita keturunan Jerman yang menikah dengan pria Batak marga Silalahi ini.
Contoh lainnya menurut pemilik Tabo Cottage di Tuktuk tersebut, semenjak pihaknya membangun kolam renang beberapa tahun lalu, jumlah wisatawan yang menginap di hotel itu meningkat hingga kini. “Peningkatan layanan berdampak pada peningkatan jumlah tamu. Jadi investasi akan menambah pendapatan hotel,” tambahnya.
Selain penambahan produk layanan yang baru, standar layanan atas produk yang sudah ada juga perlu ditingkatkan, baik kualitas kamar hotel maupun kualitas layanan terhadap para tamu.
Banyak hotel di dibangun pada periode tahun 1970 hingga 1980. Namun saat ini kondisinya tidak sesuai lagi sesuai dengan tuntutan tamu saat ini. “Misalnya ukuran kamar, kualitas kamar mandi dan lain-lain. Kamar tersebut harus diperbaiki atau direnovasi agar sesuai keinginan tamu,” katanya.
Selain perbaikan fisik, kualitas layanan pelaku wisata di antaranya keramah-tamahan dan jaminan keamanan bagi wisatawan, harus juga ditingkatkan. Hal tersebut untuk meningkatkan nilai atau value dari usaha yang dijalani.
Dalam mendukung upaya pemerintah yang menjadikan kawasan pariwisata Danau Toba sebagai destinasi prioritas nasional, dalam dua tahun terakhir terus dilakukan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana pariwisata. Dengan kondisi tersebut hotel-hotel di Samosir harus segera berbenah dan menyiapkan diri menyambut kunjungan wisatawan yang diharapkan meningkat jumlahnya.
Pemerintahan Joko Widodo menetapkan Danau Toba sebagai destinasi utama Nasional dengan berbagai program di antaranya peningkatan bandara Silangit di Siborongborong menjadi bertaraf internasional, pembangunan jalan tol dari bandara Kuala Namu menuju Parapat, perbaikan jalan-jalan di seluruh kawasan wisata sekitar Danau Toba, pemasaran obyek wisata hingga ke level internasional, dan banyak lagi upaya yang lain.
Saat ini PHRI Samosir memiliki 18 anggota, tetapi masih banyak hotel yang belum menjadi anggota. PHRI setempat memfasilitasi pertemuan rutin untuk berbagi informasi serta mengadakan pelatihan-pelatihan untuk memperbaiki kualitas layanan hotel. (Ant)