Hasil Evaluasi Menpan RB, Angka AKIP Kabupaten Sikka Naik

MAUMERE — Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Sikka meraih kemajuan di bidang reformasi birokrasi yakni meningkatnya nilai AKIP atau Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sehingga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Aswan Abnur.

“Memang nilai yang kita peroleh masih CC seperti LHE SAKIP tahun 2017. Namun ada peningkatan signifikan yakni dari angka 51,02 menjadi 54,98,” kata Wakil Bupati kabupaten Sikka Drs.Paolus Nong Susar Rabu (31/1/2018).

Dikatakan Nong Susar, raihan itu merupakan kemajuan dalam merealisasikan RPJMD Kabupaten Sikka khususnya di bidang reformasi birokrasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Pada 2013, laporan kinerja kita jelek yakni D namun pada 2017 kita meraih CC, dengan angka 51,02. Itu sudah termasuk lompatan, karena kita melompat dari D ke CC dengan melampaui posisi DD,” terangnya.

Pencapaian ini kata Nong Susar sesuai misi dalam RPJMD kabupaten Sikka tahun 2014-2018 yakni meningkatkan kualitas pelayanan aparatur dalam mencapai pelayanan prima,” tuturnya.

Nong Susar menambahkan, masih ada banyak hal yang harus dibenahi di sektor kinerja instansi pemerinahan ini dimana sasaran yang hendak dicapai dalam misi ke-4 yakni meningkatnya indeks kepuasan masyarakat. Juga menurunkan kerugian keuangan Negara dan meningkatnya kemudahan berusaha.

“Efektivitas pelayanan pemerintahan, akuntabilitas instansi pemerintah serta kemandirian keuangan daerah juga harus meningkat. Ini yang sedang dicapai pemerintah saat ini,” jelasnya.

Kabag Organisasi Setda Sikka Endang Sri Soemartini mengaku pihaknya masih harus bekerja lebih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.Untuk itu diperlukan kerja sama dari semua intasi di pemrintah Kabupaten Sikka agar bisa meraih perstasi yang lebih tinggi lagi ke depannya.

“Kita semestinya bisa meraih lebih dari itu, jika semua instansi memperhatikan lebih sungguh akan uraian tugas setiap staf. Juga menjaga hubungan logis antara rencana dan program kerja yang disusun, dan memonitor pelaksanaan tugas-tugas agar bisa mencapai 100 persen,” harapnya.

Lihat juga...