God Bless Bawakan Pesan Perdamaian di Malam Tahun Baru

JAKARTA — God Bless Grup musik rock legendaris Indonesia yang sampai sekarang masih terus eksis dengan karya maupun pementasan. Terbukti, menyambut malam Tahun Baru 2018, God Bless pentas sampai di dua tempat, yakni TVRI dan Café Albero, Tebet, Jakarta Selatan. Meski usia sudah tak lagi muda, God Bless mampu menampilkan performa yang prima.

“Awalnya sebenarnya kita pentas hanya satu tempat saja. Tapi karena ini ada teman yang kemudian menawarkan untuk pentas satu tempat lagi. Kalau kita nolak kan tidak enak. Jadi pertimbangannya kita ngumpul rame-rame deh,” papar Ian Antono, gitaris dan pentolan God Bless, kepada Cendana News, Minggu (1/1/2018) dini hari.

Lebih lanjut, musisi dan pencipta lagu kelahiran Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950, itu menerangkan, mereka tampil di pentas dengan durasi yang tidak terlalu panjang.

“Hanya capek di jalan. Jakarta panasnya minta ampun. Tadi keringatan, 20 menit langsung kering lagi,” katanya.

Menurut lelaki pemilik nama asli Jusuf Antono Djojo penampilan kali ini  tidak ditentukan menyanyi berapa lagu. Hal ini tergantung di panggung seperti apa nanti. Tapi yang pasti God Bles selalu membawakan lagu-lagu lama yang membuat band itu populer.

“Tapi kali ini kami punya dua lagu baru. Salah satunya, lagu berjudul ‘Damai’ liriknya sangat bagus. Tak hanya memberikan kesan cinta, tapi juga pesan perdamaian, “ ungkapnya.

Pentas di dua tempat tentu butuh stamina yang prima. “Kita selalu rutin latihan. Tapi yang penting di usia sekarang kita harus memperhatikan pola makan untuk menjaga kesehatan. Sedangkan kalau pentas kita mengalir saja, “ paparnya tenang.

Dalam pentas malam tahun baru itu, ada sebuah lagu yang tampak sangat cocok untuk dinyanyikan bersama di malam pergantian tahun itu, yaitu lagu ‘Syair Kehidupan’.

“Lewat lagu ini, kita ajak semua orang untuk menatap tahun ke depan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, melalui syair-syair kehidupan yang kita nyanyikan,” tuturnya.

Bisa dibilang pentas pada malam tahun baru ini sebagai ‘pemanasan’ untuk konser nanti. “Kita nanti ada konser karena 2018 God Bless usianya 45 tahun jadi kita bikin konser.”

Kemungkinan konsernya di Balai Sarbini. Karena tempat lain penuh semua. Tapi kita full sendiri karena bakal ada juga bintang tamu beberapa penyanyi dan group musik di konser nanti, “ beber suami Titiek Saelan dan ayah tiga anak, yakni Stevanus Antono, Rocky Antono dan Monica Yana Antono.

Ian berpendapat perkembangan musik sekarang tetap bagus. Hanya saja zaman sekarang temanya berbeda banget dengan zaman generasi dia dulu. Hal itu memang wajar karena dunia berputar. Lirik lagu sekarang berbeda dibanding generasi terdahulu.

Sebetulnya banyak pemusik Indonesia sekarang mempunyai lagu yang bagus-bagus, tapi tidak ada yang mau rekam.

“Saya sering jadi juri kompetisi musik dan saya menilai banyak yang bagus-bagus. Mungkin yang dicari lagu yang pendek dan paling gampang. Yang terlalu panjang tidak masuk rekaman,” ujar dia.

Ian berharap pemerintah yang harus mau mendukung perkembangan musik. “Sebenarnya pemerintah sekarang asyik. Presiden Jokowi suka musik, sebenarnya itu membantu banget. Sayangnya belum ada wadah secara hukum yang menaungi musik, ya katanya masih mau diusahakan,” ucapnya.

“Tapi menurut saya perkembangan musik kita ke depan akan jauh lebih baik, ” pungkasnya sumringah.

Ian Antono termasuk seorang musisi yang produktif. Dalam setahun ia bisa menggarap album untuk beberapa penyanyi. Banyak album yang tidak lepas dari sentuhan hangatnya, seperti di antaranya, Iwan Fals, Anggun C. Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gito Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzi, dan banyak lagi.

Karya Ian Antono meraih banyak penghargaan. Antaranya, BASF Award (1987 – 1988) untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album ‘Gersang’ (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu ‘Buku Ini Aku Pinjam’ (Iwan Fals), BAFS Award (1989) Album ‘Bara Timur’ (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer, HDX Award (1994) untuk album ‘Laskar’ (Gong 2000) sebagai Album Terbaik.

Yang tidak kalah pentingnya tentu adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi yang tinggi di industri musik pada 1995.

Ian Antonio-Foto: Akhmad Sekhu.
Lihat juga...