Begini Cara Warga Desa Pisang Hindari Buang Sampah Sembarangan
LAMPUNG – Persoalan sampah di lingkungan pemukiman terlebih di tepi jalan lintas Sumatera dan ruas jalan pesisir kerap mengakibatkan lingkungan tidak sehat dengan bau busuk, lalat beterbangan hingga pemandangan yang tidak sedap dipandang mata.
Persoalan tersebut salah satunya diakui oleh salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat di Desa Pisang, Tamimi (60) yang menyebut, kegiatan warga membuang sampah di beberapa titik tepi jalan desa dan pekarangan kosong masih kerap terjadi.
Kondisi tersebut diakuinya setidaknya sudah berakhir pada pertengahan tahun 2017 semenjak masyarakat secara swadaya mulai memerangi kebiasaan membuang sampah sembarangan di tempat tidak semestinya.

“Selain ada langkah swadaya dari masyarakat, adanya lomba kebersihan juga memacu warga membersihkan lingkungan, membuat kotak sampah serta menanam berbagai tanaman hias di lahan sekecil apapun di depan rumah, agar tidak dijadikan lokasi pembuangan sampah,“ terang Tamimi, salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat di Desa Pisang yang tengah melakukan proses perawatan tanaman kacang hijau di depan rumahnya, tepat di ruas jalan lingkar pesisir, Jumat (26/1/2018).
Semula Tamimi menyebut, kesadaran warga untuk memperhatikan kebersihan lingkungan masih rendah. Namun dengan adanya kesepakatan melakukan kegiatan Jumat bersih secara gotong royong selanjutnya secara mandiri, kesadaran warga mulai muncul.

Perlahan-lahan area yang kerap kotor, kumuh dan menimbulkan aroma tak sedap sekaligus biang penyakit akibat keberadaan lalat, kini tak lagi ditemukan dan disulap warga menjadi tempat budidaya berbagai jenis tanaman sayuran.
Selain berfungsi sebagai tanaman hias yang memiliki nilai estetika, berbagai jenis tanaman tersebut diakui Tamimi memiliki nilai ekonomis karena bisa dimanfaatkan sebagai sayuran konsumsi tanpa harus membeli.
“Saya sengaja menanam kacang hijau dan kedelai yang bisa dipanen saat sudah tua. Sekaligus mempercantik kondisi lahan yang ada di depan rumah tepat di jalan pesisir ini,” terang Tamimi.

Keberadaan petugas sampah yang digaji oleh pemerintah Desa Pisang dengan iuran bulanan warga sekaligus menjadi jaminan sampah warga dibuang secara rutin sehingga tidak menumpuk di lokasi pembuangan sampah.
Kondisi desa yang bersih dari sampah juga diakui oleh Yohana (30) salah satu warga desa setempat yang juga ibu rumah tangga dengan lokasi berada tepat di perbatasan desa lain yakni Desa Tanjungheran.
Lokasi batas desa tersebut diakui Yohana kerap menjadi lokasi pembuangan sampah yang dilakukan pada malam hari bahkan papan pengumuman larangan membuang sampah diabaikan. Imbasnya sampah menumpuk di tepi jalan dan merusak pemandangan.
Setelah kegiatan pembersihan lingkungan secara komunal bersama masyarakat rutin dengan Jumat bersih dan secara mandiri warga mulai melakukan pembersihan dan penanaman sayuran, bunga dan tanaman obat, ia dan warga lain mulai merasakan manfaat.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus keberadaan Pos pelayanan terpadu (Posyandu) diakui Yohana ikut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan di desa tersebut.
Dibantu pihak UPT Puskesmas rawat inap Penengahan, beberapa tempat cuci tangan dengan kendi dan sabun di setiap rumah sekaligus membuat warga terutama anak-anak menerapkan cuci tangan setelah melakukan kegiatan di luar rumah.
Yohana juga menyebut tidak adanya warga yang membuang sampah sembarangan di selokan depan rumah membuat air selokan menjadi bersih dan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Berbagai jenis tanaman sayuran dapat mengurangi pengeluaran uang tanpa membeli sayuran di pasar.
“Berbagai jenis sayuran organik kami tanam di depan rumah dan tepi jalan, sekarang subur karena sebelumnya merupakan bekas lokasi pembuangan sampah,” beber Yohana.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan berdampak bagi kesehatan lingkungan dengan sosialisasi rutin petugas Posyandu dari Puskesmas Penengahan, diakui Yohana, membuat desa tersebut menjadi lebih bersih.
Program pembagian kloset untuk pembuatan jamban sehat juga membuat desa tersebut sudah diverifikasi sebagai desa bebas buang air besar sembarangan dengan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan lebih meningkat.
