BOGOR – Sebanyak 298 pelari dari wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan lari marathon Tugu ton Tugu chapter IV. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh komunitas lari Bogor Runners digelar di sela-sela malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017).
Kegiatan tahunan tersebut sudah berlangsung untuk keempat kalinya. Dan kali ini mengambil rute dari Tugu Monas menuju Tugu Kujang, Bogor.
Kapten Bogor Runners Adianto mengatakan, lari marathon Tugu to Tugu terbagi dalam dua kategori, yakni 55K (kilo) yang kali ini diikuti sebanyak 161 pelari. Kelompok 55K mengambil start dari Tugu Monas. “Pelari mulai berlari dari pukul 14.22 WI dari Monas,” jelasnya.
Kategori selanjutnya adalah 30K yang diikuti 137 pelari. Kelompok kedua mengambil start dari Polres Depok dan finish di Balai Kota Bogor setelah memutar di Tugu Kujang. “Rata-rata pelari sudah sampai finish pukul 22.00 WIB,” tambahnya.
Menurut Adianto kegiatan lari marthon Tugu to Tugu kali ini lebih banyak peminat hal tersebut terlihat dari jumlah pesertanya yang mencapai 298 pelari. Tahun lalu kegiatan tersebut kurang dari 100 orang pelari. Selain diikuti pelari Jabodetabek, kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah pelari dari Batam, Yogyakarta, Semarang, Bandung dan Magelang.
Salah satu pelari profesional yang ikut dalam kegiatan tersebut Hendra Wijaya mengatakan, lari Tugu to Tugu sangat ikonik karena dilangsungkan pada malam pergantian tahun selain itu rutenya dari tugu ke tugu. “Tapi acara ini tidak bisa untuk mengukir prestasi lari, hanya cocok untuk berlatih,” kata Hendra.
Ketua Pnitia Liza Farida, menjelaskan Tugu to Tugu 2017-2018 menggunakan konsep ultra fun run sejauh 55K dari Tugu Monas-Jakarta menuju Tugu Kujang-Bogor, dan finish di Balai Kota Bogor. Selain juga ada juga half ultra marathon 30K dari Polsek Depok menuju Tugu Kujang Bogor dan juga finish di Balai Kota.
Menurut Liza acara lari tersebut didukung juga oleh Pemerintah Kota Bogor, sebagai bagian dari mempromosikan Bogor sebagai kota pelari (city of runners) dengan menawarkan pilihan alternatif acara kepada para pelari. “Ini bagian dari upaya ikut mewujudkan Bogor menjadi kota pelari,” tandasnya. (Ant)