Sejarah Pers Indonesia Ditampilkan di Museum Adityawarman
PADANG — Pameran sejarah Pers Nasional di Minangkabau telah dapat disaksikan masyarakat yang datang ke Museum Adityawarman. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 itu, bertujuan untuk mengenalkan sejarah perjalanan pers dari masa ke masa hingga saat sekarang.
“Beragam koleksi media massa Sumbar dalam lintasan zaman dapat dilihat di sini. Selain itu, ada juga berbagai peralatan yang pernah dipergunakan pers tempo, seperti kamera, mesin tik, alat untuk mencetak koran, hingga poto tokoh yang perpengaruh dalam perkembangan generasi muda di Sumbar, termasuk juga poto tokoh-tokoh pers dari Sumbar,” kata Kepala UPTD Museum Aditiawarman, Adi Saputra, Jumat (1/12/2017) malam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan dari pameran yang dilaksanakan di Museum Adityawarman, tentunya masyarakat dapat mengetahui, bahwa di Sumbar terdapat banyak tokoh pers nasional, ada banyak koran yang telah ada sebelum dan sesudah kemerdekaan, dan mengetahui perjalanan pers di Sumbar.
“Harapan kita generasi muda, dapat melanjutkan jejak perjuangan tokoh pers tersebut. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, insan pers dituntut untuk ikuti perkembangan, baik sebagai penulis ataupun budayawan, dengan terus mengedepankan semangat persatuan untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, peranan pers sangat besar dalam kontrol sosial, tapi mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah melalui pemberitaan yang dihasilkannya. Namun demikian, ia menyayangkan, saat ini masih ada pejabat publik yang takut berurusan dengan wartawan atau insan pers.
“Saat ini sudah tidak ada lagi alasan pejabat publik untuk tidak memberikan informasi kepada wartawan. Sebab, sudah ada aturannya, yakni Undang-Undang nomor 14 tentang keterbukaan publik. Kenapa harus takut kalau kerja kita benar?” ujarnya.
Nasrul menjelaskan, dengan HPN yang dilaksanakan di Sumbar diharapkan berdampak terhadap pembangunan berikutnya, sebab presiden beserta para menteri akan hadir di Sumbar, ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan pembangunan dan investasi besar di Sumbar.
“Semoga HPN yang dilaksanakan dapat menjadi momentun untuk perkembangan Pers di Sumbar,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus, mengatakan, terlaksananya pameran ini merupakan wujud usaha yang maksimal yang dilakukan para panitia HPN dengan pihak museum dalam menghimpun koleksi yang menggambarkan perjalanan pers, mulai dari sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan, hingga saat sekarang.
Menurutnya, generasi muda saat ini harus dapat mengetahui bahwa di Sumbar ada banyak pahlawan nasional, di antara mereka adalah tokoh pers. Pelaksanaan HPN 2018 akan menjadi sejarah di masa akan datang.
Dikatakannya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan yang menjadi bahagian HPN tersebut, di antaranya untuk generasi muda berupa lomba baca puisi perjuangan pers, lomba penulis sejarah pers dan lomba menulis perjalanan pers di kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Sumbar.
Bahkan, sehari menjelang puncak HPN, pada 8 Februari 2018, direncanakan diadakan makan bajamba bersama presiden, para menteri, gubernur dan tamu penting lainnya yang hadir. Kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan di Museum Adityawarman ini.