JAKARTA – Setelah sukses dengan Trilogi ‘Sin Jie Kwie’, Teater Koma kini mementaskan lakon ‘Sin Jie Kwie 4’. Sebuah lakon penutup kisah Sie Jin Kwie Ceng See atau Sin Jin Kwie Menyerbu ke Barat yang diadaptasi oleh Nano Riantiarno dari novel karya Lokoanchung dan Tiongkengjian.
Pementasan produksi Teater Koma yang ke-150 sejak berdiri pertama kali pada 1977, ini digelar pada 10-19 November 2017 di Graha Bhakti Budaya (GBB), kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
“Pertunjukkan ini kembali kepada pertunjukkan yang lalu dengan musik, dialog yang dinyanyikan, dan seperti lakon-lakon yang biasanya,” ujar Nano Riantiarno, sutradara Teater Koma.
Lebih lanjut, Nano menerangkan, tahun ini merupakan produksi Teater Koma yang terbanyak. Tiga produksi berhasil dipentaskan di perayaan ulang tahun yang ke-40. “Di tahun ini minimal kami sudah menyiapkan 2,5 bulan sebelumnya. Tapi ketika ‘Warisan’ sudah mau selesai plotnya, secara musik kami sudah menyicil. Jadi, musik sudah jadi full tanggal 26 Oktober dan para pemain sudah hapal,” terang Nano.
Siasat tersebut yang dinilai suami Ratna Riantiarno ini merupakan cara jitu agar produksi berjalan lancar. “Tahun depan, kami akan mulai lagi di bulan Juni atau Juli, awal tahun kami istirahat,” katanya, penuh semangat.
‘Sin Jie Kwie 4’ berkisah tentang kemegahan kerajaan yang dipimpin oleh Raja Li Ti, tengah gempar membicarakan Jenderal Souw Po Tong. Jenderal wanita Hwan Lie Hoa yang berperawakan kurus diangkat menjadi Panglima Besar Pasukan Tang.
Dia adalah menantu Sin Jie Kwie yang gugur di medan perang. Ambisi Hwan Lie Hoa memenangkan pertarungan membuat dia harus membunuh tunangan yang jatuh hati terhadapnya.
Tak hanya satu pertarungan yang akan dibabat habis, namun Hwan Lie Hoa harus berpikir strategi untuk mengalahkan Jenderal Souw Po Tong. Di belakang jenderal Tartar Barat itu ada dua siluman yang selalu berada di sampingnya.
Apakah Tartar Barat bisa ditaklukkan? Yang dilawan Hwan Lie Hoa bukanlah manusia biasa, tapi mereka yang berwujud siluman. Dewa-dewa jahat pun membantu penguasa Tartar Barat.
Sebagian dari mereka berwujud seperti Kepiting Raksasa, Kerbau Merah, Kerbau Hitam, Singa Merah, dan Macan Hitam. Di antara kekuatan manusia, Dewa Jahat dan Dewa Baik turut bertarung, baik di angkasa maupun di darat.
Di antara pertunjukkan terdapat wayang tavip yang sengaja dihadirkan dalang Budi Ros sebagai perekat dan peringkas cerita.
Pementasan Sie Jin Kwie Melawan Siluman Barat kali ini didukung oleh Idris Pulungan, Tuti Hartati, Budi Ros, Rangga Riantiarno, Ade Firman Hakim, Joind Bayuwinanda, Subarkah Hadisarjana, Daisy Lantang, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Supartono JW, Ratna Ully, Raheli Dharmawan, Dana Hassan, Bayu Dharmawan, Budi Suryadi, Angga Yasti, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Adri Prasetyo, Sir Ilham, Sriyatun Arifin, Ina Kaka, Sekar Dewantari, Julung Zulfi, M. Tavip, dan masih banyak lagi.
Lakon Sie Jin Kwie Melawan Siluman Barat ini menampilkan 22 perang, baik perang besar maupun kecil. Tiketnya dibanderol Rp80 ribu hingga Rp500 ribu.