RSUD TC Hillers Perlu Tegas Kontrol Pengunjung
MAUMERE – Membludaknya pengunjung dan keluarga pasien yang hilir mudik menjenguk pasien bahkan menginap di selasar di luar ruang perawatan membuat kondisi rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Sikka terlihat semrawut dan menyebabkan suasana gaduh yang membuat pasien di ruang perawatan merasa terganggu.
“Kami akan membangun pagar pembatas. Selama ini pagar hanya ada di pintu masuk saja. Sementara di sekeliling ruang perawatan pasien tidak dikelilingi pagar sehingga memudahkan pengunjung bisa masuk lewat pintu lain. Khususnya yang menghubungkan ruang perawatan dan bagian lain,” sebut Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Y. Francis kepada Cendana News, Jumat (3/11/2017), sore.
Dikatakan Clara, perilaku pengunjung maupun keluarga pasien sudah semakin memprihatinkan. Ada yang minum mabuk, main kartu, merokok serta membuang sampah sembarangan di dalam kompleks rumah sakit yang seharusnya suasananya tenang dan kebersihan tetap terjaga.
“Mereka masuk keluar seenaknya dan banyak yang merusak fasilitas umum serta membuang sampah di dalam kloset kamar mandi dan perilaku tidak terpuji lainnya sehingga harus ada penertiban,” ungkapnya.
Clara menampik langkah ini untuk melarang tapi dilakukan agar selain memberikan kenyamanan dan keamanan bukan saja bagi para pasien yang menjalani perawatan, tetapi juga bagi para pengunjung yang datang ke rumah sakit terbesar di Flores bagian timur ini.
Dalam master plan yang telah direncanakan, terang Clara, ke depan di sekitar kompleks rumah sakit akan dibangun penginapan dengan biaya murah sehingga keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan bisa menginap di tempat tersebut. Tidak lagi tidur di selasar ruang perawatan atau di lantai di dalam ruang perawatan.
Saat ditanya Cendana News apakah akan disiapkan semacam rumah tunggu seperti di RS Hendrik Fernandez di Larantuka agar keluarga pasien bisa memasak di tempat tersebut, Clara menegaskan tidak ada rencana membangun semacam rumah tunggu karena yang akan dibangun adalah penginapan.
Stefani Roga, salah seorang keluarga pasien yang ditemui Cendana News di RSUD TC Hillers mengatakan, memang pengunjung atau pembesuk harus dibatasi dan pihak rumah sakit harus tegas bila sudah melewati jam besuk. Tidak boleh ada lagi yang tetap berada di ruang perawatan.
Menurut Roga, selama ini para pembesuk pasien setelah membesuk waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengobrol diantara sesama mereka. Juga dengan keluarga pasien sehingga perlu adanya pembatasan jam berkunjung. Harus ada kontrol dan tindakan tegas.
“Selama ini saya melihat petugas keamanan juga sangat minim sehingga perlu ditambah agar ada petugas yang berkeliling areal rumah sakit untuk mengontrol pengunjung. Harus ada tindakan tegas bila melanggar aturan sebab orang sakit yang dirawat perlu suasana tenang,” tuturnya.
