LIVERPOOL –– Manajemen Everton FC mulai putus asa. Tujuh laga di bawah kendali manajer sementara, David Unsworth, the Toffees gagal menunjukkan performa menjanjikan. Everton masih berada di zona rawan karena hanya terpaut dua poin dari penghuni zona degradasi.
Manajemen klub tetangga Liverpool FC, bukan tanpa usaha. Setelah memecat Ronald Koeman hampir sebulan lalu, manajemen sempat mengincar beberapa kandidat pengganti. Di antaranya, Sam Allardyce, manajer Burnley Sean Dyche, dan manajer Watford Marco Silva.
Hanya saja keinginan Everton bertepuk sebelah tangan. Baik Dyche maupun Silva, enggan meninggalkan posisinya sebagai manajer tim Burnley dan Watford. Padahal, pembicaraan yang dijalin manajemen dengan Sam Allardyce sebelumnya, berakhir tanpa kesepakatan.
Kini, dengan posisi yang sangat sulit, manajemen Everton dikabarkan kembali menjalin komunikasi dengan Big Sam. Everton sepertinya tidak memiliki banyak pilihan, kecuali kembali melakukan negosiasi dengan mantan manajer Crystal Palace agar mau berlabuh di Goodison Park.
Tapi, negosiasi ulang dengan mantan boss Sunderland diyakini tidak akan mudah. Sebabnya, Everton masih ingin kontrak jangka pendek, sementara Big Sam yang sempat menukangi Timnas Inggris sebelum menganggur, justru ingin sebaliknya.
Kendati begitu, jika akhirnya tercapai kata sepakat sangat dimungkinkan bagi Big Sam untuk kembali mengajak mantan asistennya, Craig Shakespeare untuk bergabung dalam tim kepelatihan. Apalagi, Shakespeare juga tengah menganggur usai dipecat Leicester City, beberapa pekan lalu.
Big Sam sendiri dinilai sebagai sosok yang tepat mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Ronald Koeman. Big Sam, jika sepakat menukangi The Toffees, dibebani target membawa tim Merseyside bertahan di Liga Primer dan finish dengan hasil cukup baik.