Pasar Soyar Teluk Wondama Ludes Terbakar

WASIOR — Pasar Soyar Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat terbakar, Sabtu, api juga melahap empat rumah warga yang berdekatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun kerugian materiil yang dialami pedagang ditaksir mencapai miliaran upiah.

Si jago merah juga melalap Kantor Badan Pertanahan Negara yang berada persis di sisi timur pasar tertua di Teluk Wondama. Tidak ada kerugian jiwa namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai ratusan juta.

Menurut keterangan beberapa warga, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 05.20 WIT. Diperkirakan berasal dari salah satu kios di bagian tengah pasar. Api langsung membesar karena semua kios merupakan bangunan semipermanen berdinding papan.

Api cepat merambat ke bangunan di sekitar sebab posisi kios yang semuanya berdempetan dibantu tiupan angin yang kencang. Para pedagang bersama warga hanya bisa memadamkan api dengan peralatan seadanya karena di daerah ini belum tersedia mobil pemadam kebakaran.

“Sebagian besar barang-barang tidak sempat diselamatkan,” kata Adi, seorang pedang sembako dan barang campuran yang seluruh daganganya ludes dilalap api.

Baca: Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Pameungpeuk Capai Rp3,9 miliar

Dia mengalami kerugian mencapai belasan juta. Adi tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya lantaran sewaktu tiba di pasar api sudah terlanjur membesar.

“Saya tinggal di Sanduai (sekitar 3 Km dari pasar Soyar). Saya dapat telepon dari teman bilang pasar terbakar. Saat saya tiba di sini api sudah ada di atap. Jadi tidak bisa buat apa-apa lagi,” ungkap Adi yang sudah sejak 2009 berjualan di pasar Soyar.

Haryanto, seorang pemilik warung nasi sedikit lebih beruntung. Kendati tempat jualannya terbakar habis, Haryanto masih sempat menyelambat sebagian barang miliknya.

“Saya sempat bawa keluar barang sebagian, seperti kulkas, televisi dan beberapa lagi. Memang masih ada yang terbakar tapi tidak banyak,” kata Haryanto seraya membersihkan sisa-sisa bangunan warungnya yang terbakar.

Meskipun kehilangan sumber utama penghasilan, baik Adi maupun Haryanto tidak putus asa. Keduanya tetap ingin berjualan seperti yang selama ini mereka jalani. Mereka hanya berharap Pemkab Teluk Wondama menyiapkan tempat jualan yang baru agar bisa kembali berdagang.

“Kita ikut saja apa yang pemerintah mau buat. Kalau ada bantuan ya kami terima, tidak adapun tidak apa-apa, yang penting kami diberi tempat untuk bisa jualan lagi,” kata Haryanto.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat tersebut.[Ant]

Lihat juga...