Jatim Juarai Kejurnas Panjat Tebing XVI 2017
YOGYAKARTA — Kontingen panjat tebing Jawa Timur memastikan diri sebagai juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XVI-2017 yang berlangsung di papan panjat Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta 20-25 November. Jatim memuncaki klasemen akhir setelah berhasil menambah dua medali emas di hari terakhir, Sabtu (25/11/2017) kemarin.
Jatim berhasil membawa pulang enam medali emas, enam perak dan satu perunggu. Di urutan dua ada Jawa Tegah dengan empat emas, tiga perak dan empat perunggu. Posisi ketiga jadi milik Kalimantan Timur dengan dua emas, empat perak, dan tiga perunggu.

Jawa Barat menempati peringkat keempat dengan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menguntit di posisi lima dan enam dengan perolehan medali sama persis, yakni 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu.
Hasil kurang beruntung diraih tuan rumah DIY. target satu medali emas pada Kejurnas XVI gagal. DIY hanya sangup mengamankan tiga medali perunggu dan berada di peringkat 10.
Ketua Pelaksana Kejurnas, Heri ‘Kecik’ Indriyanto, Minggu (26/11/2017) mengatakan, pada perlombaan hari terakhir, Jatim mampu menambah dua medali emas lewat nomor combined putra maupun putri. Dari dua nomor yang baru dilombakan pada Kejurnas kali ini, Jatim menurunkan Rindi Sufriyanto di bagian putra dan Fitri Hartanti di bagian putri.
Sementara itu dari lima nomor yang dilombakan pada hari terakhir, Jateng mampu menambah koleksi medali emas melalui Aries Susanti Rahayu yang turun pada nomor speed world record putri. Pada nomor speed world record putra, medali emas diraih oleh Sabri dari Kalimantan Utara.
Sedangkan pada nomor boulder tim campuran, juara diraih kontingen Bali yang diperkuat Nadya Putri Virgita, Bayu, Danes Devrian dan Ni Luh Karmila. Untuk nomor lead tim campuran, DKI Jakarta berhasil meraih medali emas lewat pasangan Nur Alvita Rhama dan Eval Septy Jawara.
Heri mengaku senang Kejurnas berlangsung sukses. Kekhawatiran soal cuaca tidak sepenuhnya menjadi hambatan jalannya perlombaan.
“Kami sempat khawatir soal cuaca, tapi syukurlah tidak sampai harus ada pengunduran jadwal,” katanya.