Gua Gong Pacitan Hadirkan Pesona yang Unik

PACITAN — Pacitan memang dikenal sebagai kota 1001 gua, salah satunya Gua Gong yang memiliki keunikan stalaktit dan stalakmit yang bisa berbunyi saat dipukul. Tiap akhir pekan ribuan pengunjung memadati objek wisata yang terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan ini.

Berjarak 30 km dari pusat kota, gua yang ditemukan sejak tahun 1924 ini pernah memiliki kisah misteri. Setiap malam Jumat ada suara gong dari dalam gua. Karena takut, warga akhirnya menutup pintu gua gong tersebut. Baru dibuka lagi tahun 1995 hingga saat ini.

Pemandu wisata, Siswoyo/ foto : Charolin Pebrianti

Pemandu wisata, Siswoyo saat ditemui menuturkan, tahun 2015 lalu dibangun jembatan agar wisatawan tidak berdesak-desakan antara pintu masuk dan pintu keluar. Wisatawan diharuskan berjalan 200 meter dari tempat parkiran menuju pintu masuk gua.

“Hari biasa Senin-Jumat sekitar 200 wisatawan, tapi kalau akhir pekan bisa mencapai 2.500 wisatawan yang berkunjung kesini,” jelasnya kepada Cendana News, Minggu (26/11/2017).

Tidak hanya menikmati suara gong yang dihasilkan oleh stalaktit dan stalakmit, gua ini juga dilengkapi dengan lampu warna-warni, serta ada enam unit kipas atau blower agar wisatawan tidak merasa pengap saat berada di dalam gua.

“Di mulut gua juga banyak penyedia jasa penyewaan senter, jika wisatawan masih merasa gelap,” ujarnya.

Gua yang memiliki rute sepanjang 520 meter ini, menjadi pilihan tepat untuk berwisata bersama keluarga. Disini ada tujuh ruang, masing – masing ruangan memiliki keunikan dan nama tersendiri. Keindahan stalaktit dan stalakmit serta bunyi gong tiap ruangan berbeda, wisatawan juga bisa merasakan tetesan air yang mengalir dari atas gua.

“Kalau pas musim hujan tetap aman dan tidak akan kebanjiran, hanya saja tetesan air lebih banyak dan terasa lebih dingin,” tuturnya.

Tujuh ruang di gua Gong, yakni ruang pertama diberi nama taman bidadari. Memasuki ruang kedua biasa disebut ruangan dengan jumlah patung yang banyak. Lanjut ke ruang ketiga ada selo dudur langit berupa stalaktit besar hingga menyentuh dasar gua. Memasuki ruang keempat ada selo citra cipta agung, berupa stalaktit berwarna putih dan berukuran besar.

Suasana kawasan wisata Gua Gong Pacitan/ foto : Charolin Pebrianti

Memasuki ruang kelima ada empat sumber mata air, warga sekitar sering menyebutnya dengan sendang kamulyan. Di ruang keenam juga terdapat sendang larung nista dan terakhir di ruang ketujuh juga masih ditemui sumber mata air yang diberi nama sendang panguripan dan sendang jampi raga. Tak lupa di ruangan ini ada stalaktit yang bisa dipukul dan berbunyi seperti gong.

Untuk harga tiket, orang dewasa Rp 15 ribu sedangkan anak-anak Rp 5 ribu. Paling banyak wisatawan datang dari Jawa Tengah dan Surabaya.

Lihat juga...