Gapoktan Bersertifikasi di Jateng ‘Dibidik’ untuk Tingkatkan Kualitas Pangan

SOLO — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan potensi pertanian yang ada di 35 kabupaten/kota yang ada di wilayahnya. Guna mendukung program swasembada pangan, Pemprov Jateng juga meningkatkan kualitas hasil panen yang ada. Di antaranya dengan adanya Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) yang bersertifikasi.

Kepala Balai Mutu Hasil Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Jateng, Heru Tamtomo menyebutkan, guna meningkatkan mutu dan kualitas pangan di Jawa Tengah, telah ada puluhan Gapoktan yang bersertifikasi. Sertifikasi tersebut adalah dalam artian memiliki jaminan akan kelaikan pangan, serta sehat.

“Di Jawa Tengah kita memiliki 30 gapoktan yang sudah sertifikasi untuk kategori tanaman pangan,” ungkap Heru saat Rakor Ketahanan Pangan Jawa Tengah yang digelar di Syariah Hotel Solo, Sabtu (25/11/2017).

Selain kategori pangan, Jateng juga memiliki satu 30 Gapoktan kategori tanaman holtikultural, seperti sayur dan buah. Beragam Gapoktan tanaman holtikultura ini telah menjadi andalan untuk kategori tanaman.

Tak hanya bersertifikasi, untuk meningkatkan mutu pangan, Jawa Tengah telah memiliki laboratorium untuk uji kualitas. Hanya saja, untuk laboratorium ini masih terbatas, dan digunakan untuk uji kopi bubuk.

“Ke depan akan kita tingkatkan. Salah satunya untuk komuditi beras, karena beberapa waktu lalu sempat jadi pusat perhatian adanya beras ilegal,” katanya.

Sebagai salah satu lumbung pangan, Jawa Tengah turut serta menyuplai keberadaan beras organik secara nasional. Bahkan, beras organik Jawa Tengah telah mendapatkan berbagai tanggapan positif dari masyarakat penggunanya.

“Berbagai komunitas pangan telah memberikan nilai positif. Seperti komunitas Indonesia sehat sejahtera yang telah menjadi konsumen produk organik Jateng. Salah satu produk yang jadi favorit adalah beras merah organik,” tandasnya.

Lihat juga...