PONOROGO – Es pisang ijo, sajian pelepas dahaga ini wajib dicoba. Es dengan pisang yang diselimuti bubur sum-sum warna hijau ini selalu menggoda untuk dinikmati kala terik matahari.
Isiannya pun beragam, tidak hanya pisang hijaunya saja, juga ada irisan alpukat, nangka, mutiara, jeli, susu, air gula dan es parut. Perpaduan rasa manis dan gurih menambah nikmat es pisang ijo ini.
“Namanya es pisang ijo, soalnya mirip seperti kulit pisang yang warna hijau, dalamnya ada pisang utuh,” jelas Masnunati (33), pemilik kedai es pisang ijo, Minggu (11/9/2017).

Warga Jalan Kawung ini mengatakan, setiap hari seratus gelas es pisang ijo terjual. Per porsi dijual seharga Rp5 ribu. “Setiap hari buka mulai pukul 10.30-17.00 WIB,” ujarnya.
Masnunati memilih berjualan di Jalan Ir. H. Juanda, karena strategis untuk berjualan. Selain memang merupakan jalan protokol kota, juga paling ramai sebagai tempat nongkrong anak-anak muda.
“Es pisang ijo peminatnya banyak, mulai dari anak-anak hingga dewasa,” tuturnya.
Menurutnya, es pisang ijo buatannya beda dengan es pisang ijo lainnya, selain karena adonan pisang ijonya dibuat sendiri, sirup yang dipakai sebagai pemanis juga dibuat sendiri. “Bahkan ada pembeli saya yang ketagihan, karena sirupnya enak,” cakapnya.
Ibu dua orang anak ini sudah sejak tiga tahun lalu berjualan, kendala juga pernah dihadapi terutama menghadapi musim buah alpukat dan nangka. Kadang alpukat susah dicari saat tidak musim. “Kalau nangka paling sering ada, alpukat yang susah kadang nyarinya,” cakapnya.
Salah satu pembeli, Puji Hastuti, menerangkan es pisang ijo rasanya enak, campuran dari buah pisang yang diselimuti bubur sumsum, irisan buah alpukat dan nangka, taburan mutiara, potongan jeli, susu serta air sirup dan es serut semakin menambah nikmat.
“Enak, manis ada gurihnya, paling pas kalau siang hari seperti ini untuk dinikmati,” pungkasnya.