LAMPUNG — Keberadaan taman baca di wilayah pedalaman kabupaten Lampung Timur, tidak menyurutkan semangat para komunitas motor, salah satunya motortraveler linescapade yang terus mengisi waktu akhir pekan dengan melakukan perjalanan yang diberi nama #Ekspedisi Lampungku.
Vincentia Atika (29) atau yang akrab dipanggil Tika Ndutz dan Andi Qiting (29), bersama puluhan relawan (volunteer) dari berbagai komunitas juga ikut andil, di antaranya komunitas medical sosial, Lampung Max Owner serta komunitas motor-motor klasik Way Kambas Rangka Tua.
Menurut Vincentia Atika, kedatangannya ke Lampung Timur, khususnya ke Taman Baca Akar Pelangi di Desa Labuhan Ratu 9, Kabupaten Lampung Timur, bertujuan untuk ikut bersama berbagi dengan melakukan kegiatan belajar bersama, mengajak berkreativitas dan memberi edukasi positif bagi anak-anak di pedalaman, termasuk memberi bantuan rak buku kepada taman baca untuk mendukung gerakan literasi di seluruh wilayah Lampung.
“Kunjungan kami sejak Sabtu hingga Minggu ini merupakan rangkaian perjalanan yang kami beri nama Ekspedisi Lampungku yang sudah dijalani teman-teman linescapade selama lebih dari tiga minggu yang lalu ke kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan”, terang Vincentia Atika, dalam keterangan resmi yang diterima Cendana News, Minggu (12/11/2017) sore.

Taman Baca Akar Pelangi Desa Labuhan Ratu, Way Kambas, Lampung Timur, merupakan perjalanan kesekian kalinya setelah bulan sebelumnya perjalanan dilakukan ke kampung literasi di Lampung Selatan.
Kegiatan yang dijalani dari Sabtu (11/11) siang hingga malam bahkan hingga Minggu (12/11) diisi dengan kegiatan melibatkan puluhan anak-anak yang ada di Taman Baca Akar Pelangi, di antaranya menggambar, membuat kolase dengan pola peta Indonesia dan yang pada malam hari diisi nonton bareng film bersama dengan pemutaran film berjudul ‘Di Timur Matahari; yang disutradarai Ari Sihasale.
“Ini menjadi lokasi ketiga perjalanan kami bersama teman-teman linescapade dalam ekspedisi Lampungku 2017 ini. Dengan berkolaborasi bersama beberapa komunitas kita berbagi di Taman Baca Akar Pelangi”, terang Vincentia Atika.
Salah satu kegiatan yang digelar dalam kegiatan Ekspedisi Lampungku di antaranya nonton bersama menjadi satu kegiatan Ekspedisi Lampungku dan kegiatan tersebut diakuinya terbilang unik, karena jarang sekali ada seperti bioskop keliling pada zaman saat ini yang sudah serba teknologi digital.
Kegiatan di Desa Labuhan Ratu 9 tersebut juga diisi dengan penyerahan rak buku dan buku-buku bacaan sebanyak 200 eksemplar dengan tujuan memberi tambahan menu bacaan bagi anak-anak di Lampung Timur.
Rudi Hartono, selaku penggagas Taman Baca Akar Pelangi, mengaku berterima kasih atas kepedulian relawan dan komunitas motor yang memberikan waktu dan dukungan bagi anak-anak di pedalaman Lampung Timur, bahkan berada di dekat Taman Nasional Way Kambas.
Bantuan berupa rak buku dan buku serta berbagai edukasi yang diberikan oleh para peserta diharapkan bisa ikut membantu mencerdaskan generasi penerus bangsa yang ada di wilayah tersebut.
Gelaran Ekspedisi Lampungku yang dilaksanakan oleh Komunitas motortraveler linescapade club motor WKRT ( Way Kambas Rangka Tua ) dan para relawan sekaligus Sugeng Hariyono selaku penggagas Motorpustaka Roda Andalas, rencananya akan terus digelar di beberapa lokasi di Lampung dengan tujuan mencerdaskan anak-anak bangsa, atas bantuan dari berbagai donatur termasuk perusahaan yang memberikan dukungan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) melalui penyediaan fasilitas buku dan rak buku.