Danau Mininjau dan Kelok 44 Pukau Pebalap TdS 2017

AGAM — Etape VIII Tour de Singkarak (TdS) 2017 yang menempuh perjalanan dengan jarak 135,2 kilometer dari Kabupaten Padangpariaman menuju Embun Pagi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merupakan etape yang memiliki tanjakan yang menantang.

Sepanjang diselenggarakannya TdS di Sumbar ini, rute yang melalui Kelok 44 merupakan tanjakan yang sangat dinanti-nanti bagi para pebalap.

Selain perlu untuk mengendarai sepeda yang dihadapi dengan 44 kelok atau tikungan, para pebalap juga harus berpacu untuk menaklukan tanjakan yang berada di ketinggian 1.293 meter dari permukaan laut.

Hadirnya Kelok 44, pada etape VIII ini, tidak hanya menjadi sebuah tantangan semata bagi bara pebalap, tetapi juga menyuguhkan pemandangan yang indah. Danau yang membentang luas, sawah-sawah yang berjenjang tampak disetiap kelok hingga udara yang terasa mulai sejuk, menjadi pesona tersendiri.

Pebalap asal Indonesia yang meraih ‘red and white jersey’ atau sebagai pebalap terbaik Indonesia, Jamal Hibatullah dari KFC Cycling Team, mengakui tanjakan di etape VIII ini terutama di Kelok 44 sangat menguras tenaga.

“Sepanjang Kelok 44 saya akui memang sulit untuk berpacu lebih cepat. Tapi, kalau soal pemandangan di Kelok 44, benar-benar indah,” katanya, Sabtu (25/11/2017).

Jamal Hibatullah pebalap asal Indonesia (kiri) Khali Khorshid asal Iran (tengah) dan Robert Muller asal Jerman (kanan) tengah memberikan keterangan pers/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu itu, Race Director Jamaludin Mahmood juga menyebutkan bahwa etape VIII ini merupakan tanjakan yang tertinggi dari sembilan etape yang ada.

“Etape VIII merupakan etape yang memiliki tanjakan yang paling tinggi, jika dibandingkan dengan tanjakan lainnya. Untuk itu, pada etape inilah akan ditentukan siapa raja tanjakan pada TdS 2017,” ujarnya.

Sedangkan untuk lokasi finis yang berada di Embun Pagi, atau tepatnya di depan Nuansa Maninjau Resort, juga menyambut para peserta TdS 2017, dengan pemandangan Danau Maninjau yang begitu indah.

Baca juga: Kue Mangkuak Labu dan Ungu, Makanan Unik yang Menggoda

Di sana, cukup banyak spot-spot foto dengan latar keindahan Danau Maninjau dari Embun Pagi. Bahkan Bupati Agam Indra Catri mengatakan, lokasi finis di Kabupaten Agam pada tahun ini berbeda dengan TdS sebelumnya.

“TdS lalu, kalau memasuki Agam finisnya di Puncak Lawang. Kalau sekarang, kita berikan suasana baru, yakni view Danau Maninjau yang sangat menawan,” ujarnya.

Menurutnya, TdS tahun selanjutnya, Agam berencana akan menyediakan rute baru untuk dilalui para pebalap. Hal itu dilakukan, agar potensi wisata di Agam bisa dikenal lebih banyak oleh para touris atau peserta Tds.

“Di Agam cukup banyak wisata yang bisa dikunjungi. Seperti wisata alam, budaya, kuliner, dan wisata minat khusus,” tegasnya.

Pemandangan Danau Maninjau dari Embun Pagi yang terlihat begitu mempesona. Lokasi ini merupakan lokasi finish etape VIII Tour de Singkarak/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, yang menjadi pemenang pada etape VIII, juara pertama Khalil Khorshid asal Iran, dari Tabriz Shahrdari Team. Urutan kedua Wirmar Jahil Peres Munos, serta yang ketiga Victor Nino Corredor dari Colombia.

Pada etape VIII ini, Khalil menjadi King of Mountaint (KoM). Sementara untuk juara sprint dari Robert Muller dari Jerman. Yellow jersey dipegang oleh Khalil, dan pebalap terbaik Indonesia dipegang oleh Jamal Hibattulah.

Lihat juga...