Cegah Bencana di Daerah Rawan Perlu Keterlibatan Berbagai Pihak
CILACAP — Mencegah terjadinya bencana alam terutama di daerah rawan perlu keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat hingga pemangku jabatan.
Baca juga: BKPH Banjar Selatan Tanam Ribuan Pohon
Kabag Humas Pemkab Cilacap, Sutaryo mengatakan, inisiatif yang dilakukan gabungan organisasi seperti menanam 1.000 pohon akasia yang dilaksanakan Rabu (15/11/2017) sangat disambut baik.
“Ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestariaan alam sekaligus menjaga (antisipasi) terjadinya bencana. Mengingat Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam,” kata Sutaryo, kepada Cendana News, Rabu (15/11/2017) malam.

Sutaryo menyebutkan, Cilacap termasuk daerah rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, angin puting beliung, kekeringan di musim kemarau.
Baca juga: Puluhan Rumah di Cilacap Tertimpa Pohon Tumbang
Untuk itu, lanjut Sutaryo upaya penanaman pohon memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, masyarakat termasuk para relawan. Karena upaya penanggulangan bencana ini tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri.
“Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan,” imbuhnya.
Memang meningkatnya lahan kritis di wilayah di Kabupaten Cilacap perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak. Data tahun 2014, menunjukkan, luas lahan kritis di Cilacap mencapai 17.868 hektar dan lahan yang berpotensi kritis 49.895 hektar.
Untuk itu, pencegahan bencana alam berbasis masyarakat, seperti penanaman 1000 bibit pohon Akasia tersebut, diharapkan dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam mengurangi jumlah lahan kritis di Kabupaten Cilacap. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan motivasi bagi pihak lain serta masyarakat sekitar untuk turut serta melakukan penghijauan di lahan-lahan kritis tidak produktif.
Sebelumnya, relawan dari berbagai organisasi di Kabupaten Cilacap melakukan penanaman 1.000 bibit akasia di lahan kritis di di Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Rabu (15/11/2017) pagi.
Karena memiliki tingkat pertumbuhan yang baik dan mampu bertahan di segala kondisi, pohon Akasia ini merupakan salah satu tanaman perintis yang sangat cocok untuk ditanam di lahan kritis.
Baca juga: BMKG Banjarnegara: Waspadai Bencana Longor dan Pohon Tumbang
Para relawan berasal Muhammadiyah Dissaster Management Centre (MDMC), Sentra Komunikasi (Senkom)-mitra Polri, CilacapRescue, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Tagana, RAPI, Parma, Pecinta Alam, dan lain-lain bersatu padu menanam pohon Akasia di titik lahan kritis hutan rakyat, sebelah barat Lapangan Bingkeng.
Puguh Supono, salah satu relawan MDMC dari Kecamatan Gandrungmangu, mengatakan kegiatan yang dibuka oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, itu dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan program nasional pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
“Penanaman 1000 pohon jenis Akasia ini digelar sebagai pelaksanaan program nasional pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Sekolah Gunung,” kata Puguh.