Pejabat Palestina: Israel Berencana Mengucilkan Pemukiman Arab

RAMALLAH — Penasehat Presiden Palestina Mahmoud Abbas Urusan Hubungan Luar Negeri Nabil Shaat pada Senin (2/10) mengatakan berita mengenai keinginan Israel untuk mengucilkan Permukiman Arab di Jerusalem Timur adalah penekanan Israel mengenai rejim apartheid.

Menurut Shaath dalam pernyataan eksklusif bahwa pengumuman Israel tersebut adalah bagian dari rancangan kolonial Zionis.

“Tak cukup bahwa mereka mengepung kami dengan tembok apartheid yang melingkari Tepi Barat Sungai Jordan seperti ular, tapi juga mereka ingin membagi Jerusalem guna mengucilkan Permukiman palestina di dalamnya, sebab mereka mengetahui demografik Palestina akan melampaui warga Yahudi. Jadi, mereka membangun tembok untuk mengucilkan kamp dan kota kecil Palestina dari kota suci tersebut,” kata Saath sengit.

Harian Maariv melaporkan anggota Knesset (Parlemen) Israel dari Partai Likud Anat Berko diberi tugas oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menyatukan rencana guna mengucilkan kamp pengungsi dan kota kecil Palestina dari Jerusalem.

Menurut surat kabar itu, rencana tersebut bertujuan menjadikan 95 persen mayoritas orang Yahudi, setelah menyerahkan kota kecil, desa dan kamp yang berada di sekitar Jerusalem ke dalam kendali Pemerintah Otonomi Palestina.

Sementara itu, Shaath, Selasa pagi (3/10), mengecam bahwa sikap AS ke arah konflik Palestina-Israel masih belum jelas dan memprihatinkan. Ia menekankan pihak Amerika belum mengajukan proyek apa pun untuk memulai perundingan antara kedua pihak (Ant).

 

Lihat juga...