Pedagang Ternak Minta Pemda Sikka Siapkan Pasar Khusus

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka perlu menyediakan areal khusus di Pasar Alok agar para pedagang ternak seperti sapi, kuda, ayam kampung, babi dan kambing bisa berjualan setiap hari dan memudahkan pembeli untuk memperoleh.

Demikian disampaikan salah seorang pedagang kambing Hendrikus Lorang ketika ditemui Cendana News di Pasar Alok Maumere, Selasa (17/10/2017) saat ditanya kendala yang dihadapi pedagang ternak seperti dirinya.

Dikatakn Hendrik, di Pasar Alok hanya ada los yang menjual ayam potong saja. Sementara untuk ayam kampung hanya berjualan di samping pintu keluar tanpa ada los khusus buat pedagang ayam kampung. Untuk hewan lainnya berjualan di luar areal pasar di pinggir jalan.

“Kami selama ini selalu meminta agar pemerintah menyediakan los khusus di sekitar Pasar Alok sebab tanah yang dimiliki pemerintah di sekitar pasar masih sangat luas sekali dan kalau ada los khusus kami setiap hari bisa berjualan,” ujarnya.

Selama ini, kata Hendrik, para penjual ternak lain selain ayam potong selalu berkeliling berjualan di pasar-pasar tradisional yang berada di beberapa kecamatan di Kabupaten Sikka. Pada hari pasar hanya seminggu sekali sehingga pedagang harus memiliki mobil pick up atau menyewa.

“Sudah puluhan tahun pedagang selalu berjualan di luar Pasar Alok dan itu juga hanya ramai saat hari pasar, setiap Selasa yang merupakan pasar mingguan. Saat itu banyak pembeli dan penjual hewan ternak dari desa datang menjual hewan mereka ke pedagang di Pasar Alok,” bebernya.

Fransiskus Sani, salah seorang pedagang hewan ternak lainnya menambahkan, bila ada pasar khusus tentu para penjual hewan ternak dari desa bisa menjualnya setiap hari kepada para pedagang di Pasar Alok sehingga pihaknya tidak perlu turun ke desa-desa.

Banyak pembeli kata Frans yang setiap hari selalu mencari kuda, kambing, babi bahkan ayam kampung untuk disembelih. Kuda juga sering digunakan sebagai mahar dalam perkawinan dan juga selalu dibawa anggota keluarga saat ada kematian kerabatnya. Atau juga dipergunakan dalam ritual adat di Kabupaten Sikka.

“Selama ini penjual selalu membawa hewan ternak mereka dan menjualnya langsung kepada para pembeli sehingga pedagang seperti dirinya mengalami kerugian. Apalagi saat hari Selasa, banyak calo yang juga berperan sebagai perantara dan mencari untung,” tegasnya.

Frans meminta agar pemerintah Kabupaten Sikka segera melakukan penataan Pasar Alok dan menyiapkan los khusus buat pedagang hewan ternak seperti dirinya dan teman-teman yang nota bene merupakan pedagang kecil yang memerlukan perhatian pemerintah.

“Kalau ada los ternak tentu ada retribusi bagi daerah. Selain itu hewan ternak yang dijual juga bisa dikontrol kesehatannya. Ada petugas kesehatan hewan harus setiap hari datang ke los pasar memeriksa hewan ternak yang hendak dijual,” terangnya.

Para pedagang kambing melakukan transaksi di luar pintu pagar Pasar Alok Maumere sebab tidak ada los khusus ternak di pasar tersebut. Foto: Ebed de Rosary

 

Lihat juga...