LIB Diminta Jelaskan Rinci Aturan Liga

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) jelaskan secara rinci aturan liga. Penjelasan tersebut diharapkan disampaikan kepada seluruh peserta liga musim depan.

Ketua Komite Ekskutif Bidang Kompetisi PSSI Yunus Yusi menyebut, penjelasan secara terperinci dan jelas aturan dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya kejadian tidak diharapkan di lapangan. Salah satunya seperti pada laga antara Persewangi Banyuwangi dan PSBK Blitar di liga dua beberapa waktu lalu.

“Ke depan kami meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar memberikan penjelasan regulasi diberikan pasal per-pasal secara tuntas saat rapat para manajer klub agar tidak ada lagi perbedaan tafsir,” ujar Yunus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Seperti diketahui, saat laga Persewangi berhadapan dengan PSBK harus melalui pertandingan playoff khusus. Pertandingan tersebut untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke playoff Liga dua karena adanya perbedaan pandangan akan regulasi head to head.

Awalnya Persewangi dan PSBK Blitar memiliki poin yang sama pada babak penyisihan Grup 6 Liga dua yaitu 18 poin. Berdasarkan pemahaman LIB  Persewangi diputuskan berhak melaju playoff berdasarkan head to head. Keputusan tersebut akhirnya disbanding oleh PSBK Blitar ke PSSI.

Keputusn banding menetapkan, digelar pertandingan playoff khusus bagi kedua tim di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017). Pertandingan berakhir ricuh dan harus dihentikan pada menit ke-86 dengan keunggulan 1-0 untuk PSBK. Komisi Disiplin PSSI pun menyatakan pihak Persewangi Banyuwangi kalah dengan skor 0-3 di laga itu dan didenda Rp100 juta.

“Ketika itu, PSSI mengambil alih keputusan karena kasusnya sudah masuk ke ranah hukum. Kami pun menilai bahwa playoff khusus itu adalah keputusan yang terbaik dan teradil bagi kedua tim,” tutur Yunus.

Sementara Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy menyebut bahwa seluruh regulasi liga di Indonesia sudah diketahui oleh PSSI dan operator tidak memiliki hak mutlak menerjemahkan head to head. “Jadi kami akan mengikuti jika ada keputusan lain dari PSSI,” tutur Tigor. (Ant)

Lihat juga...