Keluarga Korban Ledakan Kosambi Berdatangan ke RS POLRI Soekanto

JAKARTA – Suasana di Crisis Center Rumah Sakit (RS) POLRI Dr. Said Soekanto, Keramat Jati, Jakarta Timur, siang ini masih ramai dengan kedatangan sejumlah keluarga korban yang meninggal dunia akibat terkena ledakan terbakarnya pabrik petasan di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.

Meski kemarin malam sudah banyak keluarga korban yang datang, namun hari ini mereka datang lagi dengan membawa berbagai data dan informasi seputar riwayat hidup korban sekaligus untuk keperluan pencocokan identitas antara masing-masing keluarga dengan korban yang dinyatakan telah meninggal dunia.

Pantauan Cendana News dari Posko Ante Mortem Crisis Center RS. POLRI hingga siang ini total ada 44 perwakilan mengatasnamakan keluarga korban yang datang. Mereka datang  untuk keperluan identifikasi dan juga membawa sejumlah dokumen atau surat-surat penting yang diperlukan.

Dedi, salah satu keluarga korban yang datang ke RS POLRI Soekanto. Foto: Eko Sulestyono

Sementara itu, hingga berita ini ditulis total seluruh korban yang meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran pabrik petasan PT. Panca Buana Cahaya masih tetap  47 orang. Sedangkan korban yang selamat namun mengalami luka-luka diketahui berjumlah sekitar 46 orang.

Saat ini, seluruh jenazah korban ledakan dan kebakaran pabrik petasan di Kosambi sudah berada di Instalasi Kamar Mayat RS. POLRI Kramat Jati. Setelah proses identifikasi masing-masing sudah selesai, selanjutnya jenazah akan segera diserahkan kepada masing-masing keluarga korban.

Brigjend Polisi dr. Didi Agus Mintadi, Kepala RS POLRI Soekanto saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, proses identifikasi sebagian korban yang meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran pabrik petasan tersebut diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. Salah satu sebabnya karena sebagian besar kondisi jenazah yang terbakar sungguh sangat mengenaskan dengan luka bakar 100 persen. Bahkan ada beberapa yang hampir tidak bisa dikenali lagi.

Dedi, salah satu keluarga korban mengatakan, tak lama setelah mendengar kejadian ledakan dan kebakaran di pabrik petasan daerah Kosambi, Tangerang, ia langsung berinisiatif datang ke Jakarta. “Saya langsung menuju RS. POLRI Kramat Jati sekaligus mengecek keadaan anak saya yang baru bekerja 2 bulan di pabrik tersebut. Namun saya harus menerima kenyataan bahwa anak laki-laki saya ternyata sudah meninggal dunia,” jelasnya di RS POLRI Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/10/2017).

Sementara itu, 46 korban ledakan yang menderita luka-luka masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit yang berbeda. Masing-masing RS. BUN, RS. Mitra Husada dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, Banten. Usia masing-masing korban yang dinyatakan meninggal dunia maupun yang masih hidup rata-rata relatif masih muda dengan rentang usia masing-masing mulai 15 tahun hingga 45 tahun.

Daftar sejumlah korban luka-luka yang masih dirawat di beberapa rumah sakit. Foto: Eko Sulestyono

 

Lihat juga...