Janji Tol Laut Ditunggu Warga Mamberamo Raya

JAYAPURA – Warga di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua mendambakan program tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi guna membantu percepatan pembangunan terutama menekan biaya harga barang yang terbilang cukup tinggi.

Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa ketika berada di Kota Jayapura, Kamis mengatakan program tol laut yang menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo akan menjawab semua tantangan pembangunan di Bumi Cenderawasih, khususnya di Mamberamo Raya.

“Masyarakat Mamberamo Raya harapkan bisa merasakan kesetaraan harga barang seperti di dearah lainnya yang ada di Papua ataupun di luar Papua. Tentunya hal ini dengan harapan bahwa tol laut juga bisa menyentuh daerah kami,” kata Dorinus.

Ia mengakui bahwa tol laut yang merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo akan menjadi primadona bagi masyarakat di ujung timur Indonesia, terutama di Kabupaten Mamberamo Raya yang memiliki daerah pesisir hingga ke arah pegunungan, dimana selain bisa diakses lewat udara, laut juga menjadi salah satu transportasi utama.

“Yang saya ketahui adalah program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan laut di nusantara. Pelabuhan-pelabuhan laut ini akan saling terhubung dengan angkutan kapal yang diciptakan berjalan lancar guna pendistribusian barang hingga ke pelosok daerah,” katanya.

Sehingga, kata dia, harapan yang didambakan oleh masyarakat Mamberamo Raya mendapatkan barang dengan harga yang sama di daerah lain bisa dirasakan, apalagi harga sembako dan BBM yang beredar mencapai berkali-kali lipat.

“Harga bahan pokok di Mamberamo Raya masih sangat tinggi dan terbilang mahal, misalnya bahan bakar bensi bisa mencapai Rp70 ribu/liter dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Harga tisu saja disana Rp30 ribu, jadi besar harapan saya program prioritas bapak Jokowi dapat dirasakan oleh masyarakat kami,” katanya.

Disinggung soal bantuan dari pemerintah pusat, Dorinus mengemukakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya pernah mendapatkan bantuan satu unit kapal feri dari Kementrian Perhubungan namun hingga kini pengoperasiannya belum diketahui pasti.

“Iya, ada kalau tidak salah pada akhir Agustus lalu kami dapat satu unit kapal feri, tapi kapal ini ada di Kabupaten Biak Numfor dan belum beroperasi melayani masyarakat. Saya masih mengecek apa penyebabnya sehingga belum beroperasi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...