MEDAN – Gerakan Nasional Antinarkotika (GRANAT) Sumatera Utara meminta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Tanah Air dapat dibersihkan dari peredaran narkoba. Peredaran barang haram tersebut sudang sangat mengganggu kenyamanan warga binaan.
“Peredaran narkoba tersebut, harus diberantas dan pelaku yang terbukti yang menjual barang haram itu diproses secara hukum,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumut Hamdani Harahap, Minggu (22/10/2017).
Menurut dia, narapidana (Napi) yang terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Lapas, juga harus diselidiki untuk mengetahui kelompok atau jaringannya. Hingga kini masih ada napi yang sedang menjalani hukuman di Lapas, masih bisa mengendalikan peredaran narkoba.
Hal tersebut, merupakan kelemahan petugas di lapas dalam mengawasi warga binaan tersebut. “Napi tersebut, tentu saja memiliki alat komunikasi berupa telepon genggam dan android, sehingga bisa berkomunikasi dengan bebas dengan jaringan luar, dalam mengendalikan bisnis narkoba,” ucap Direktur Citra Keadilan itu.
Padahal napi tersebut dilarang menggunakan alat komunikasi dan petugas keamanan di lapas sering melakukan razia terhadap mereka. Namun, kenyatannya napi tersebut, masih bisa berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang berada di luar lapas sehingga menimbulkan pertanyaan.
Masih adanya napi yang bisa menggerakkan peredaran narkoba dari dalam lapas, merupakan bentuk kelalaian petugas keamaman di institusi hukum tersebut. “Pemerintah diharapkan harus tetap menjaga dan mengawasi ekstra ketat napi yang melakukan bisnis narkoba di dalam lapas,” kata pengacara senior di Sumut itu.
BNN mengungkapkan bahwa delapan dari 14 jumlah pengedar narkoba yang ditangkap selama sebulan terakhir merupakan penghuni lapas yang ada di berbagai daerah.
Sebelumnya Kepala BNN Budi Waseso, di Jakarta mengatakan, jaringan internasional yang melakukan pengedaran narkotika di empat wilayah yang berbeda digerakkan oleh sekelompok tahanan narkoba di Lapas. “Mereka sudah ditahan dalam lapas, tapi mereka tetap bisa berkomunikasi dengan jaringan di luar,” kata Waseso. (Ant)