‘Ekspedisi Lampungku’ Sambangi Lamsel

LAMPUNG — Kepedulian beberapa komunitas pemuda di Lampung terhadap pendidikan serta kemandirian anak-anak di pedesaan, terus dilakukan dalam rangkaian Ekspedisi Lampungku dengan menyambangi sejumlah desa di beberapa kabupaten di Lampung.

Beberapa relawan yang telah melakukan aksi serupa di Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, di Rumah Belajar Suluh Harapan Insani dan selanjutnya bertepatan dengan 28 Oktober sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda, para relawan mengunjungi Lampung Selatan tepatnya Kampung Literasi, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Vincentia Atika, relawan dari komunitas Linescapade. [Foto: Henk Widi]
Para pegiat literasi yang melakukan Ekspedisi Lampungku, di antaranya Andi Qiting (29) dan Vincentia Atika (29), atau dikenal dengan nama Tika Ndutz dari komunitas Linescapade serta Botrok dari komunitas pegiat seni, Rio dari komunitas Tye Die, Willy dan Fajri dari komunitas motor dan pegiat literasi Rumah Akar Raja Baca, Febrial atau Khaja Muda, serta Sugeng Haryono selaku penggagas motor pustaka.

Para relawan tersebut sudah disambut oleh siswa SDN 1 Pasuruan setelah pulang sekolah di Balai Desa Pasuruan untuk melakukan kegiatan belajar bersama dipandu oleh para relawan.

“Kita sengaja melakukan Ekspedisi Lampungku untuk menjangkau beberapa kampung yang perlu mendapat perhatian dalam hal pendidikan dasar, dan di Lampung Selatan, Desa Pasuruan kita pilih karena merupakan kampung literasi”, terang Vincentia Atika atau Tika Ndutz, saat ditemui Cendana News di Balai Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Tika Ndutz menyebut, sebagai pemuda relawan yang peduli pada generasi muda merupakan upaya pemuda yang tergabung dalam beberapa komunitas untuk berbagi ilmu dan belajar bersama anak-anak yang ada di wilayah pedesaan.

Kegiatan menyambangi kampung literasi Desa Pasuruan sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kondisi anak-anak di pedesaan yang masih sangat memerlukan dukungan dalam bidang pendidikan, sehingga bantuan rak buku berupa drum yang dimodifikasi menjadi rak buku ikut diberikan oleh para relawan.

Tika Ndutz menerangkan lebih jauh, aktivitas belajar bersama tersebut di antaranya cerdas cermat Sejarah Nasional, Matematika, Bahasa Inggris serta berbagai pelajaran sekolah setelah para siswa membaca berbagai buku yang disediakan oleh relawan literasi Motor Pustaka, dengan rak buku terbuat dari drum bekas sebagai upaya pemanfaatan barang tak terpakai menjadi barang bermanfaat.

Pemudi yang menyukai petualangan dengan menggunakan kendaraan roda dua tersebut juga mengatakan, selain ingin belajar bersama anak-anak sekolah di pedesaan aktivitas Ekspedisi Lampungku sekaligus upaya untuk meningkatkan minat baca, menjalin silaturahmi serta meningkatkan kreativitas anak-anak. Kegiatan sengaja dilakukan di luar jam pelajaran dan akhir pekan dengan tujuan tidak mengganggu jam belajar siswa, yang melakukan aktivitas sekolah.

Aktivitas belajar bersama dengan dinamika kelompok, sesi tanya jawab ilmu pengetahuan juga diisi dengan tye die kaos atau teknik seni mewarnai kaos, berbagi rak buku, belajar bersama, nonton film bareng warga serta kegiatan donor darah yang akan dilakukan pada Minggu (29/10).

Selain memberi pelajaran secara teori, sebagian siswa bahkan langsung mendapat pelatihan (workshop) pewarnaan kaos yang bahannya sudah disiapkan dan pewarna yang sudah disediakan para relawan.

Sugeng Haryono, penggagas Motor Pustaka, mengaku sangat mengapresiasi kepedulian gabungan berbagai relawan yang mendatangi Kampung Literasi Desa Pasuruan yang sudah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kepedulian terhadap anak-anak di pedesaan dan saat ini sangat bagus dari berbagai komunitas harapannya agar anak-anak di pedesaan semakin mencintai membaca buku”, ungkap Sugeng Haryono.

Selain aktivitas belajar bersama anak-anak usia SD di wilayah tersebut, kata Sugeng Haryono, para relawan cukup membantu dalam menggugah kreativitas anak-anak, di antaranya dalam seni tye die atau mewarnai kaos. Kepedulian untuk berbagi ilmu, berbagi buku di daerah pedesaan yang dilakukan oleh Ekspedisi Lampungku diharapkan bisa memberi dampak positif bagi anak pedesaan dalam dunia pendidikan.

Lihat juga...