MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menilai jika Korea Selatan dan Jepang lebih memiliki pengalaman dalam pengembangan perkereta-apian, maka layak dilibatkan dalam proyek kereta api trans Sulawesi.
Menurut SYL, sudah banyak investor dari berbagai negara yang tertarik dan menawarkan diri untuk terlibat dalam proyek besar tersebut ke depan. “Untuk China (Tiongkok) begitu menggebu-gebu sejak satu tahun terakhir. Tapi, kami berharap yang punya konsentrasi dan pengalaman lebih bagus soal perkereta-apian itu Korea dan Jepang,” katanya, Sabtu (28/10/2017).
Dirinya juga menegaskan, tidak menutup pintu untuk investor Tiongkok yang memang sudah begitu banyak proyek di Indonesia. Namun, dirinya membuka persaingan secara terbuka dan tentu dilihat berdasarkan pengalaman.
Dan untuk masalah pengalaman, kata dia, Korea Selatan dan Jepang memang merupakan dua negara yang telah besar dengan alat transportasi tersebut. “Tentu saja akan bersaing, karena kompetisi itu akan dibuka (menentukan investor). Tetapi, kita berharap punya kereta api yang bagus itu yakni Jepang dan Korea,” ujarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan PTSP Provinsi Sulsel, Yamin, sebelumnya juga mengakui sudah banyak investor dari berbagai negara yang ingin terlibat pada proyek kereta api trans Sulawesi tersebut. Namun, soal siapa yang dipilih pemerintah tentu akan dilihat berdasarkan kebutuhan atau pengalaman dari para investor, agar proyek tersebut dapat berjalan lancar dan juga tahan lama.