Taman di Makassar Dibenahi, Sayang RTH Masih Minim

MAKASSAR — Taman Bontoala yang terletak di pertigaan jalan raya besar ini sudah dilengkapi fasilitas toilet, permainan anak-anak serta tempat duduk.  Pengunjung yang merupakan warga yang tinggal di Kecamatan Bontoala selalu mendatangi Taman Bontoala ini. Tidak hanya orang tua saja yang mendatangi taman ini, bahkan ketika siang taman ini ramai dikunjungi oleh anak-anak sepulang sekolah.

Bagi warga dan anak yang tinggal di Kecamatan Bontoala taman ini merupakan tempat refreshing yang tepat. Warga Bontoala memilih tempat ini sebagai tempat mehilangkan rasa jenuh karena jaraknya yang dekat dan mudah dijangkau. Sehingga setelah beraktivitas seharian warga menyempatkan mendatangi taman ini.

Menurut Muhammad Amri, salah seorang warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Bontoala, taman ini dulu tidak terurus dan bahkan perawakannya pun sangat kumuh.

“Saya sangat berterimakasih dengan program pemerintah yang sudah memperhatikan taman yang ada di dekat SPBU itu,” ujar Amri.

Taman Bontoala yang baru-baru ini mengalami perbaukan agar bisa difungsikan sebagai ruang publik hijau untuk warga sekitar. Berbeda dengan Taman Macan yang sering mendapati perhatian pemerintah karena letaknya yang bersebelahan dengan gedung wali kota. Taman Bontoala sendiri baru berfungsi dengan baik setelah mengalami perbaikan pada tahun lalu.

Setelah sebelumnya taman ini tidak mendapat diperhatian dari pemerintah setempat, taman ini dulu tidak ada yang mau mengunjunginya. Sedangkan untuk Taman Macan yang luasnya 11.000 meter persegi itu sering dijadikan tempat event-event menarik dan sudah menjadi ikon dari Kota Makassar.

Menurut Amril saya tidak perlu jauh-jauh lagi ke taman macan untuk menyegarkan badan ini.

“Cukup datang ke Taman Bontoala karena cuma berjalan kaki dan dekat dengan rumah saya. Sehari sehabis berjuallan dari pasar saya datang ketaman ini apalagi suasananya juga sudah sejuk,” ujar Amril.

Semejak Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar menyerahkan pengelolaan taman ke 15 kecamatan di Kota Makassar. Sehingga taman menjadi tanggung jawab setiap kecamatan dikota makassar. Setidaknya ada 66 taman yang ada di Kota Makassar yang diserahkan oleh Dinas pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar.

Untuk taman di Bontoala sendiri pengurusannya sudah semaksimal mungkin. Setiap pagi dan sore taman ini selalu disiram dan ditata sedemikan rupa.

Menurut Camat Bontoala Syamsul Bahri semejak dinas pertamanan dan lingkungan hidup makassar memberi wewenang ke tingkat kecamatan.

“Kami sering melakukan perawatan yang baik untuk taman itu melakukan penyiraman dan perbaikan fasilitas yang rusak di taman tersebut,” jelas Syamsul Bahri.

Sayangnya kalangan penggiat lingkungan hidup, melihat apa yang dilakukan Pemkot Makassar belum cukup. Menurut Direktur Eksekutif Walhi sendiri jumlah RTH di Makassar masih minim.

Menurut aturan kementerian setiap daerah harus memiliki jumlah RTH sebesar 30 persen. Namun kenyataannya masih ada beberapa kecamatan di ota Makassar yang belum mencukupi luas RTH yang ditentukan.

“Mengingat jumlah penduduk di Kota Makassar sangat banyak, jumlah RTH di Makassar masih minim ini perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ungkap Anwar.

RTH tidak hanya berfungsi sebagai daerah resapan air saja. Namun RTH juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Padahal jumlah penduduk Kota Makassar sebesar 1,7 juta jiwa namun RTH di Makaassar tidak sampai 10 persen.

Lihat juga...