GORONTALO – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, maksimalkan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) tahun 2017, guna meningkatkan 10 proyek infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Muctar Arsjad mengatakan, pekerjaan infrastruktur tersebut sudah mencapai 98 persen, bahkan ada yang selesai dikerjakan.
“Di antara infrastruktur itu, yakni peningkatan jalan Meydi Botutihe, Jalan Rambutan, Jalan Limehu Bongo dan Tanjung Keramat melalui DAK. Untuk DAU ada program rehabilitasi Jalan Bandes, Jalan Tondano dan Jalan Makassar,” katanya, Selasa.
Pekerjaan itu sepenuhnya dilakukan Bidang Bina Marga di Dinas PUPR. Perbaikan jalan tersebut dikerjakan di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kota Timur, Dungingi, Kota Barat dan Hulondalangi.
Ia menjelaskan, karena daerah itu sebagai ibu kota provinsi, maka infrastruktur Kota Gorontalo harus memadai dan harus mudah diakses oleh masyarakat. Sebab jalan yang mudah itu, membuat masyarakat dari luar daerah bisa nyaman saat mendatangi daerah tersebut.
“Banyak perbaikan jalan itu merupakan saran dari masyarakat setempat yang ingin infrastruktur di situ menjadi lebih baik dan mulus dijalani,” katanya lagi.
Ia juga mengatakan, jika tahun ini proyek tersebut tidak terealisasi sepenuhnya, maka Muchtar berjanji akan menindaklanjtuinya di tahun anggaran 2018.
Maka dari itu, ia berharap masyarakat bisa bersabar dan terus mendukung program pemerintah kota. Karena tanpa dukungan, seluruh program pemerintah tidak akan berjalan sesuai rencana.
“Saya juga menginginkan agar seluruh masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik dan tetap menjaga fasilitas yang pemerintah telah bangun,” tutupnya. (Ant)