PAUD Sejahtera 2 Klaten Lampung Ajari Kemandirian dan Kreativitas

LAMPUNG — Keberadaan tempat belajar Pendidikan Anak Usia Dini menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat di pedesaan untuk memperkenalkan dunia pendidikan bagi anak anak termasuk salah satunya PAUD Sejahtera 2 yang ada di Jalan Partodimejo Desa Klaten Kecamatan Penengahan.

Menurut Puji Astuti selaku bunda(sebutan untuk guru penanggungjawab)  dari PAUD Sejahtera 2, pada awalnya kegiatan belajar anak anak didiknya berlangsung di balai desa akibat belum adanya lokasi belajar yang memadai bagi anak anak di wilayah tersebut. Kondisi tersebut berlangsung dari 2008 hingga  2014 dengan menginduk pada PAUD Sejahtera 1 yang ada di Dusun Karanganyar.

Setelah memperoleh izin pada 2014 sekaligus menunggu proses pembangunan gedung baru akhirnya pada 2015 PAUD Sejahtera 2 mulai menempati bangunan baru tepat di lingkungan kantor balai Desa Klaten.

Isteri Kepala Desa Klaten Joniamsyah bahkan menyebut sebagai Bunda PAUD desa setempat di satu desa saat ini ada sebanyak tiga PAUD dan satu buah TK yang ikut mendukung aktivitas belajar siswa anak usia dini. Banyaknya anak anak dengan adanya keluarga baru di wilayah tersebut membuat PAUD di Klaten memiliki siswa rata rata 30 hingga 40 siswa termasuk PAUD Sejahtera 2.

“Rata rata orangtua memilih lokasi PAUD yang dekat dengan lokasi tempat tinggal sehingga orangtua bisa ikut menunggu bahkan lokasi yang strategis dekat TK dan SD membuat lingkungan belajar cukup mendukung,” papar Puji Astuti saat ditemui Cendana News, Kamis (14/9/2017).

Sejak didirikan pada 2008 hingga secara definitif memiliki izin operasional dan persyaratan lain dari Dinas Pendidikan melalui Bidang Pendidikan Non Formal pada 2014 Puji Astuti menyebut rata rata dalam satu tahun pelajaran murid murid dari usia 3 hingga 5 tahun berjumlah 40 siswa dan beberapa di antaranya melanjutkan ke jenjang TK dan SD.

Buku tabungan yang dibagikan setelah siswa menabung cara mengajari anak berhemat sejak dini /Foto: Henk Widi.

Menggunakan kurikulum 2013 yang menggunakan model pembelajaran sentra dengan menitikberatkan sentra bermain pada saat jam pelajaran diantaranya beberapa sentra yang dikembangkan meliputi sentra keimanan dan ketaqwaan, sentra bahan alam, sentra seni, sentra bermain peran,sentra balok,sentra persiapan telah berjalan dengan baik.

Salah satu hasil dari sentra seni yang diajarkan diantaranya anak anak dilatih membuat karya seni berbahan dasar barang bekas berupa botol minuman serta kertas yang dibentuk menjadi boneka. Pembuatan boneka bahan bekas yang langsung dipandu oleh empat tenaga pendidik dan didampingi orangtua menjadi satu upaya mengajarkan kreativitas pada anak.

Hasil kreatifitas anak anak didik PAUD Sejahtera 2 boneka dari bahan bekas/Foto: Henk Widi.

Selain kreativitas,anak anak yang masih mendapat pendampingan dari orangtua bahkan diajarkan untuk melakukan hal hal mandiri sebelum melakukan kegiatan sekolah SD karena diakui Puji sejatinya pendidikan di PAUD menjadi langkah persiapan sehingga masih didominasi tahap bermain.

Beberapa hal diajarkan oleh tenaga pendidik termasuk upaya menghindari anak anak kerap jajan sembarangan dengan mewajibkan anak anak didiknya membawa bekal makanan dari rumah dan dimakan di PAUD dengan harapan kebiasaan baik tersebut terjaga hingga jenjang SD dan seterusnya.

“Pada saat jam istirahat kami persilakan anak anak makan bersama dengan orangtua dan kawannya sehingga ada rasa kebersamaan,” ungkap Puji.

Salah satu hal yang cukup penting dalam mendidik anak anak PAUD bersikap hemat dan memikirkan masa depan di antaranya pihak PAUD memberi fasilitas menabung yang diberikan buku tabungan. Tabungan setiap hari belajar diakuinya dimulai dari Rp1000 hingga Rp2000 serta sesuai kemampuan akan terkumpul saat akhir tahun pelajaran.

Ia menyebut dengan adanya fasilitas tabungan tersebut beberapa siswa mendapat tabungan hingga Rp2 juta. Sebagian diambil pada saat akhir tahun pelajaran dan sebagian diambil siswa pada saat membutuhkan. Kreativitas berbagai bidang dalam beberapa sentra hingga proses menabung diakuinya merupakan upaya pihak PAUD mengajarkan kemandirian bagi siswanya sebelum masuk ke jenjang selanjutnya.

Puji menyebut dengan belajar di PAUD sebagian siswa pada umur 5 tahun melanjutkan ke jenjang TK bahkan saat usia 6 tahun sudah bisa mempersiapkan untuk jenjang SD. Lokasi strategis di antaranya di dekat dua SD,SMP,SMA serta lapangan desa diakui Puji Astuti membuat suasana pendidikan cukup mendukung termasuk bagi siswa siswa PAUD Sejahtera 2.

Salah satu orangtua,Yani,menyebut anaknya yang berusia lima tahun kini sudah bisa menulis, membaca dan berhitung dan pada tahun selanjutnya dirinya akan mempersiapkan untuk masuk jenjang TK maupun SD. Masuk ke PAUD Sejahtera 2 diakuinya cukup membantu anaknya dalam belajar banyak hal terutama dalam kreativitas dan kemandirian sebelum masuk ke jenjang sekolah SD.

Puji Astuti selaku bunda PAUD Sejahtera 2 Desa Klaten Kecamatan Penengahan bersama anak didiknya /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...