Mancing di Areal Pelabuhan Laurens Say Ganggu Keselamatan Kerja

MAUMERE — Kantor Syanbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere bersama PT.Pelindo III cabang Maumere sedang mencari cara agar masyarakat sekitar yang selama ini melakukan aktifitas memancing di dalam pelabuhan ditiadakan.

“Kegiatan tersebut dirasakan sangat mengganggu keselamatan dan keamanan sebab aktifitas bongkar muat barang menggunakan peti kemas sangat padat sehingga sangat beresiko bagi masyarakat,” sebut kepala KSOP, Laurens Say Maumere Yohanes Kumanireng saat ditanyai Cendana News, Senin (18/9/2017).

Dijelaskan, aktifitas bongkar muat barang menggunakan peti kemas sangat padat sehingga ditakutkan saat kegiatan kontainernya terlepas dari pegangan atau terjatuh mengenai warga yang melintas di pelabuhan.

Dikatakan Anis, pihaknya akan bekerja sama dengan Pelindo III cabang Maumere selaku operator pelabuhan dan juga pemerintah kabupaten agar bersama mencari jalan keluar.

“Memang terlihat sepele tapi ini sangat berbahaya dan seharusnya pelabuhan peti kemas harus steril dari aktifitas manapun dan yang boleh berada dalam arela pelabuhan selama aktifitas bongkar muat hanya para pekerja saja,” ungkapnya.

Anis menambahkan, Kementrian Perhubungan sedang membangun dermaga laut khusus peti kemas di sisi barat pelabuhan saat ini dengan panjang 62 meter dari target 100 meter dan juga sedang digarap pembangunan kantor, lampu penerangan dan lapangan parkir kendaraan di dalam areal pelabuhan.

“Kami juga masih banyak berbenah dimana setelah lampu penerangan diperbaiki, jalan di dalam pelabuhan pun masih perlu diperbaiki agar bisa aman dan nyaman dilintasi kendaraan,” terangnya.

Sementara itu, General Manager Pelindo III cabang Maumere, Y. Andri Kartiko mengatakan, bila pembangunan terminal penumpang di sisi timur selesai tahun 2017 baru akan dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan khusus kapal penumpang sehingga ada pemisahan antara pelabuhan peti kemas dan pelabuhan kapal penumpang.

Disebutkan Andri, sapaannya, selama ini terjadi ketidakteraturan akibat pelabuhan penumpang dan barang disatukan, padahal seharusnya pelabuhan peti kemas tidak boleh dilintasi oleh orang yang tidak memiliki kepentingan, termasuk penumpang kapal Pelni.

“Pelabuhan peti kemas harus steril dari aspek keselamatan, tidak boleh ada masyarakat yang  mondar-mandir di areal ini, sebab akan mudah sekali terjadi kecelakaan,” terangnya.

Dengan dibangunnya terminal penumpang baru di sisi timur berkapasitas 1.500 orang, ungkap Andri, penumpang kapal lebih nyaman dan aman dan dermaga peti kemas yang baru dibangun Kementerian Perhubungan di sisi barat juga akan diajukan untuk dikelola Pelindo.

Lihat juga...