Latih Kekuatan Fisik, Anak Muda Balikpapan Gemari Parkour

BALIKPAPANParkour salah satu aktivitas yang mungkin masih terdengar asing, tapi bagi generasi muda aktivitas yang bisa disebut olahraga dan seni ini cukup digemari.

Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain dengan seefisien dan secepat mungkin menggunakan prinsip dari parkour yang mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.

Di Kota Balikpapan, sebagian generasi muda menggemari olahraga yang satu ini. Bahkan anak-anak muda yang menyukai parkour memiliki sebuah komunitas, di mana komunitas ini bisa latihan bersama di suatu tempat dari berbagai jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Nur Fahmi (19) salah Seorang pemuda yang ikut dalam komunitas Parkour di kota Balikpapan. Ia ikut dan menekuni olahraga yang mengandalkan kelincahan dan kemampuan tubuh dalam bergerak sejak di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

“Suka aja dengan olahraga ini seperti menguji adrenalin kita dan memperkuat fisik. Kami bilang ini adalah sebuah olahraga yang ekstrim yang perlu ketangkasan gerak agar tidak mengalami cidera,” ucapnya saat ditemui Jumat, (15/9/2016).

Berolahraga parkour menurutnya, mampu menghadapi semua rintangan di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan mengunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah.

“Gerakannya mengalir dan latihan juga dilakukan bersama-sama teman yang lain yang dilakukan satu minggu dua kali. Kalau latihan kami di Gedung Dome dan lapangan monumen. Yang ikut dalam latihan juga banyak dari siswa SD sampai sudah bekerja juga ada,” katanya pria yang kini belajar di Stikom Balikpapan.

Komunitas parkour di Balikpapan hadir sejak 2008, dan kini komunitas ini sudah banyak diikuti generasi muda. Olahraga yang juga seni ini Fahmi mengatakan, memberikan pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri.

“Terkadang setiap rintangan atau obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan. Dari situ kita bisa belajar dari menghilangkan rasa takut. Lainnya kami juga lebih kreatif menciptakan gerak setelah kita melihatnya,” tandasnya.

Ia menambahkan dalam olahraga parkour belum ada kejuaraannya namun ada festival untuk di Kaltim.

“Kalau festival biasa teman-teman yang gemar parkour bertemu dengan memperlihatkan berbagai gerakan,” sebutnya.

Lihat juga...