Miliki Kantor Pusat, Kopdit dengan Asset Rp718 Miliar Siap Hadapi Tantangan Global

MAUMERE — Koperasi kredit (Kopdit) Pintu Air yang beralamat di dusun Rotat desa Ladogahar kecamatan Nita kabupaten Sikka menjadi satu-satunya di provinsi NTT yang sejak bulan September 2017 terdaftar menjadi koperasi primer tingkat nasional.

ketua Koperasi Kredit Pintu Air, Yakobus Jano menyebutkan, guna menunjang operasional, Kopdit Pintu Air sejak maret 2017 sudah melaksanakan pembangunan kantor baru yang persis berada di depan bangunan kantor yang lama dengan menggunakan dana sebesar 15 miliar rupiah.

Dikatakan Yakobus, dalam membangun kantor pusat pihaknya melakukan secara swadaya oleh segenap anggota dan pengurus dimana setiap anggota menyumbang dana 100 ribu rupiah sementara pengurus menyumbang 200 ribu rupiah.

“Setiap anggota menyumbangkan dua ekor ayam untuk pembangunan kantor pusat dengan perhitungan harga satu ekor ayam sebesar 50 ribu rupiah berarti sumbangannya sebesar 100 ribu rupiah per anggota,” jelasnya kepada Cendana News Selasa (19/9/2017) terkait masuknya Kopdit Pintu Air menjadi satu-satunya koperasi primer di NTT yang masuk level nasional.

Ketua Koperasi Kredit Pintu Air Yakobus Jano. -Foto : Ebed de Rosary

Pembangunan gedung dengan ukuran panjang 41 meter dan lebar 30 meter ini papar Yakobus, bersifat swakelola dan melibatkan buruh-buruh lokal yang merupakan anggota Kopdit Pintu Air sekaligus sebagai pemilik koperasi ini sehingga dengan demikian uangnyapun beredar di anggota juga.

Martonsius Juang sekertaris Kopdit Pintu Air menjelaskan, hingga 31 Desember 2016, jumlah anggota kopdit Pintu Air mencapai angka 144.434 orang dengan anggota baru sebanyak 38.109 orang, sementara total anggota baru dari bulan Januari sampai Juni 2017 sebanyak 16.234 orang sehingga total anggota secara keseluruhan hingga Juni 2017 sebanyak 158.773 anggota.

Dengan jumlah anggota tersebut terang Martonsius, menempatkan kopdit yang berusia 22 tahun ini menduduki ranking ketiga secara nasional menurut litbang Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), sementara asetnya mencapai angka 612 miliar rupiah.

“Selain pencapaian angka anggota dan aset, tahun 2016 juga ditandai dengan pembukaan sembilan cabang baru dalam rangka mewujudkan pendekatan pelayanan kepada para anggota yang tersebar bukan saja di segenap wilayah di provinsi NTT tapi di kota Makasar, Papua, Surabaya dan provinsi NTB,” tuturnya.

Martonsius menjelaskan, aset yang berhasil dibukukan pada smester I tahun buku 2017 yakni 718,171 miliar rupiah, simpanan yang berhasil direalisasikan sebesar 358,942 miliar rupiah dan pinjamannya sebesar 586,020 miliar rupiah.

Untuk menghadapi MEA (masyarakat ekonomi Asean) Kopdit Pintu Air sebutnya, terus melakukan berbagai pembenahan dan perluasan usaha serta pembukaan kantor cabang baru setiap tahun dan pihaknya mengaku telah siap menghadapi persaingan usaha.

“Kami yakin dengan skema koperasi yang telah kokoh berdiri kami siap menghadapi persaingan usaha baik dengan pihak bank maupun menghadapi persaingan usaha yang datang dari luar negeri termasuk tantangan MEA tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...