Gubernur Bali Imbau Pengungsi Bergabung ke Posko Resmi
DENPASAR – Ditetapkannya Gunung Agung menjadi status Awas sejak Jumat, 22 September 2017, membuat penduduk yang berada Kawasan Rawan Bencana dengan radius 12 km dari pusat kaldera mulai meninggalkan rumah menuju tempat-tempat mengungsi yang aman.
Sampai saat ini jumlah pengungsi yang sudah terdata mencapai 15.124 jiwa yang tersebar di 126 titik di seluruh kabupaten/kota di Bali. Baik di pos-pos pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah maupun balai-balai desa, lapangan, maupun di rumah-rumah penduduk yang yang dianggap aman.
Banyaknya titik pengungsian membuat petugas kesulitan untuk mendata keberadaan mereka. Termasuk sulitnya penyaluran bantuan lainnya seperti logistik dan bantuan kesehatan.
Oleh sebab itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengimbau kepada kelompok-kelompok pengungsi yang jumlahnya kurang dari 200 jiwa agar segera bergabung ke pos-pos pengungsian yang sudah ditentukan pemerintah, seperti Sueca Pura, Rendang, Sidemen, Ulakan, Les, dan Tembok.
Hal itu disampaikannya pada saat keliling mengunjungi keberadaan para pengungsi di beberapa titik di Buleleng dan Karangasem, Sabtu (23/9).
“Kepada seluruh kelompok pengungsi yang jumlahnya kurang dari 200 orang, saya imbau untuk segera bergabung dengan rekan-rekan pengungsi lain yang berada di pos-pos pengungsian yang sudah ditentukan pemerintah. Hal ini akan mempermudah dalam penyaluran bantuan baik makanan, kesehatan maupun bantuan lain yang dibutuhkan,” tegasnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mendata jumlah maupun keberadaan pengungsi. Sampai seluruh pengungsi terdata dengan baik sehingga bantuan bisa segera didistribusikan.