Cerita Korban Terdampak Bencana Banjir Bandang di Solok Selatan
Agus yang temui di Pakan Rabaa Tangah mengatakan, dari ia lahir dan kini telah menginjak usia 80 tahun, belum pernah menghadapi adanya bencana banjir bandang separah itu di daerah kelahirannya tersebut. Namun, jika banjir memang pernah terjadi, kata Agus, itupun tidak menyebabkan luapan air sungai memasuki rumah warga.
Malam itu, hujan yang turun memang lebat. Melihat, hujan yang turun dengan intensitas yang tinggi, membuat masyarakat setempat hanya berdiam diri di dalam rumah dan berkumpul bersama keluarga. Di dalam suasana kebersamaan itu, terdengar dari kejahuan suara gemuruh, yang semakin lama semakin dekat. Tiba-tiba, air datang menerjang pemukiman warga yang berada dekat dari Sungai Lolo.
“Jadi, melihat air datang menerjang dan secara cepat memasuki rumah, keluarga saya yang di dalam rumah bergegas menyelamatkan barang-barang yang masih diselamatkan. Suasana pada malam itu, sungguh panik, karena air yang masuk ke dalam rumah mencapai setinggi paha,” katanya, Rabu (20/9/2017).
Banjir bandang yang terjadi itu, hingga saat ini masih terbayang oleh kakek tersebut.

Kini, pascabencana banjir bandang terjadi, kondisi rumah Agus masih terlihat adanya sisa lumpur yang berada di halaman rumah, dan batas genangan airnya pun masih bisa terlihat di bagian dinding. Seisi rumah Agus pun masih terlihat belum disusun secara rapi, kursi dan lemari masih di tempatkan di teras. Bahkan, genangan air dan becek masih berada di sekeliling rumahnya.
“Sampai saat ini, saya bersama keluarga memang masih melakukan beres-beres rumah, karena masih ada beberapa tempat yang sisa lumpurnya perlu dilakukan pembersihan, mengingat dinding rumah saya masih tombok,” jelasnya.
Selain, Agus, seorang ibu rumah tangga yang masih tinggal di Pakan Rabaa Tangah, Masniarti menceritakan, akibat banjir bandang itu, kursi kayu dan meja di teras rumahnya hanyut diseret air sungai yang datang mengejutkan itu. Bahkan, kini kursi dan meja nya itu tergeletak di perkebunan warga, yang berjarak sekira 200 meter.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi ada sejumlah barang-barang milik warga yang dibawa air banjir bandang itu. Buktinya, tuh kursi dan meja makan saya (menunjuk ke arah kursinya yang hanyut) dibawa air. Memang belum bisa dijemput, karena lumpur di sana masih tebal, khawatir bisa terjebak ke dalam lumpur,” ujarnya.
Masniarti yang ditemui tengah menggendong putrinya juga mengatakan, saat ini kondisi masyarakat di Pakan Rabaa Tangah yang merupakan daerah terparah terdampak bencana banjir bandang mulai membaik. Karena, bantuan air bersih telah datang, dan sejumlah bantuan telah banyak berdatangan. Hanya saja, kendala yang dihadapi ialah, fasilitas jamban yang ada di dalam rumah tidak bisa digunakan lagi.
“Cukup banyak WC warga yang rusak, karena dipenuhi lumpur akibat digenangi air. Jadi, untuk buang air besar, memang menjadi kendala bagi warga yang terdampak bencana. Saya berharap betul, pemerintah bisa membantu,” harapnya.
Ketika ditanya ke Bupati Solok Selata,n Muzni Zakaria, ia mengatakan banjir bandang yang terjadi hari Kamis malam pekan lalu, telah membuat sejumlah aspek mengalami kerusakan, seperti lahan pertanian, rumah warga, dan infrastruktur lainnya.
Muzni juga menyebutkan, target ke depan untuk memperbaiki kondisi dampak banjir bandang itu, ditargetkan hingga 22 September 2017 mendatang dilakukan pemulihan fasilitas umum, pemenuhan kebutuhan pokok korban, bantuan kebersihan, dan melakukan pengerukan sungai.
“Akibat banjir bandang itu, kurgian yang dicatat mencapai Rp8,5 miliar, yang mana kerusakan yang paling banyak dialami yakni rumah pendudukan mencapai 138 unit,” ungkapnya.
Sementara itu, hari ini gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti Rp100 juta dari Baznas yang diperuntukan bagi warga yang tidak lagi memikiki peralatan rumah akibat diterjang banjir bandang. Lalu, juga ada di Bank Nagari yang menyerahkan bantuan selimut dan sejenisnya, beserta dari Dinas Sosial memberikan bantuan 1,6 ton beras, Rp35 juta untuk membelikan kebutuhan pakaian anak-anak dan pakaiakn kebutuhan khusus.
Saat ini, sepekan pascabencana di Pakan Rabaa Tangah, kondisi masyarakat berangsur kondusif, meski terlihat adanya bekas-bekas dampak banjir yang berada dilokasi.