Butuh Kerjasama Lintas Sektoral Tanggulangi Penyakit TB-HIV di Lamsel

LAMPUNG — Upaya mensukseskan program Indonesia bebas TB-HIV tahun 2035 khususnya di Kabupaten Lampung Selatan dilakukan oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Kesehatan, kader TB-HIV Care Aisyiyah serta berbagai elemen masyarakat yang peduli kepada kesehatan.

Menurut Rudi Hartono selaku Koordinator Program sub sub recepient (SSR) Community TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Lampung Selatan dengan sebanyak 72 kader yang dilatih sebagai relawan di setiap desa termasuk tokoh agama yang dilatih sebagai kader.

Penyakit Tuberculosis atau dikenal dengan TBC dan HIV merupakan penyakit yang berpotensi menular sehingga perlu pemahaman kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamsel salah satunya melalui berbagai program.

Di antara program yang sudah berjalan ialah gerakan ketuk pintu 17.000 pintu di sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Gerakan bertujuan membebaskan Indonesia dari penyakit TB tersebut dilakukan dengan salam “TOSS” yaitu “Temukan – Obati- Sampai Sembuh.

“Penanggulangan penyakit TB menjadi salah satu perhatian Aisyiyah yang ikut peduli dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk memutus mata rantai TB di Lampung Selatan dan gerakan ini harus didukung oleh berbagai elemen yang ada di masyarakat,” terang Rudi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (29/9/2017)

Sepanjang Maret hingga April tahun ini Rudi menyebut kegiatan yang dilakukan oleh SSR TB HIV Care Aisyiyah Lampung Selatan selain gerakan ketuk pintu 17.000 rumah di sebanyak 12 kecamatan juga digelar kegiatan grebek pasar melalui Voluntary Counseling Test (VCT).

Selain itu juga digelar kegiatan test Sewaktu Pagi Sewaktu (SPS) pemeriksaan dahak yang diikuti oleh sebanyak 60 suspect TB (terduga TB) di pasar tradisional Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Lamsel, RSUD Bob Bazar,UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Candipuro dan pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Lamsel.

Pentingnya gerakan penanggulangan TB HIV tersebut terus dilakukan oleh Aisiyah Lamsel melalui kerjasama dengan sebanyak 11 kecamatan yang ikut bekerjasama di antaranya Puskesmas Ketapang, Sragi, Bakauheni, Palas, Penengahan, Rajabasa, Way Urang, Way Panji, Candipuro, Way Sulan.

Peran relawan atau kader TB HIV yang melakukan proses penjaringan suspect TB melalui kegiatan penyuluhan secara individu termasuk pendampingan kepada warga positif TB dalam upaya proses penyembuhan dengan minum obat secara rutin melalui pendamping minum obat.

“Setiap kecamatan potensial terkena penyakit TB dan HIV namun kita fokuskan pada beberapa kecamatan yang sudah bekerjasama dengan PD Aisyiyah Lampung Selatan,” cetus Rudi.

Penyuluhan TB dalam upaya Indonesia bebas TB oleh kader Aisyiyah Lampung Selatan /Foto: Henk Widi/Ist.

Ancaman dari penyakit TB tersebut berdasarkan data menurut Rudi Hartono temuan TB HIV Care Aisyiyah Lamsel sepanjang bulan Januari hingga September 2017 dari sebanyak 300 Case Notification Case (CNR) atau angka notifikasi kasus sebanyak 10 orang meninggal akibat positif mengidap TB dari sebanyak 11 kecamatan yang bekerjasama.

Selain perhatian terhadap penyakit TB merujuk pada data Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan TB-HIV care Aisyiyah Lampung Selatan juga ikut peduli kepada penderita penyakit HIV dengan adanya temuan selama kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan kasus penderita HIV.

Temuan kasus penderita HIV yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel di antaranya tahun 2014 sebanyak 18 kasus, tahun 2015 sebanyak 33 kasus, tahun 2016 sebanyak 26 kasus dan tahun 2017 sebanyak 69 kasus temuan HIV positif.

Fakta tersebut diakuinya menjadi perhatian TB-HIV Care Aisyiyah dengan menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lamsel untuk lebih perhatian dan berkomitmen dalam menanggulangi penyakit HIV.

Ia menyebut komitmen TB HIV Care Aisyiyah juga dilakukan dengan melakukan kegiatan advocate, key issue and policies melibatkan Dinas Kesehatan Lamsel,para kader yang dilakukan pekan terakhir bulan September.

Selain itu sebagai bagian dari upaya penanggulangan TB HIV di Lamsel TB HIV Care Aisiyah mendorong Pemkab Lamsel mendorong pembentukan peraturan daerah khusus untuk penyakit menular termasuk TB dan HIV.

“TB HIV Care Aisiyah Lamsel sudah melakukan penyerahan draf naskah akademik dari usulan rancangan peraturan daerah penanggulangan penyakit menular kepada anggota komisi D DPRD Lampung Selatan langsung oleh PD Aisiyah Lamsel,” beber Rudi.

Selain pemerintah, kader TB HIV Care penanggulangan TB HIV diakui Rudi harus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat sehingga program kesehatan tersebut bisa sukses dan berjalan dengan baik didukung dari perda yang ada dan anggaran untuk pelaksanaan program tersebut.

Usulan Raperda ke Komisi D DPRD Lamsel diakuinya sekaligus menjadi upaya agar perda tersebut bisa dibahas oleh legislatif dan sekaligus menjadi perhatian bagi satuan kerja perangkat daerah yang membidangi kesehatan.

Kegiatan advocate,key issue and policies Dinkes,stakeholder dan TB HIV Aisyiyah Lamsel dalam upaya penanggulangan TB HIV di Lamsel /Foto: Henk Widi/ Ist.
Lihat juga...