BPBD: Banjir Merata Terjadi di Kota Padang

PADANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Edi Hasymi mengatakan, banjir setinggi 30 centimeter hingga satu meter melanda hampir di semua kawasan di daerah itu.

“Hujan yang telah berlangsung selama lebih kurang empat jam itu mengakibatkan air menggenangi hampir semua kawasan di Padang,” ujarnya dihubungi di Padang, Sabtu (9/9/2017).

Ia menambahkan lokasi terparah yaitu di kawasan Arai Pinang, By Pass dan kawasan lainnya.

Hingga saat ini, ujarnya pihaknya masih melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang dikhawatirkan terkena banjir dan harus dievakuasi.

BPBD Padang menurunkan sebanyak 10 perahu karet, guna mengantisipasi jika harus dilakukan evakuasi terhadap warga.

“Evakuasi sedang dilakukan pada satu kawasan di Arai Pinang,” lanjutnya.

Ia mengingatkan agar warga tetap berhati-hati karena curah hujan yang tinggi dan menyelamatkan barang-barang yang dikawatirkan akan rusak akibat banjir.

Tidak hanya itu, sejumlah jalan utama di Kota Padang, Sumatera Barat, digenangi air setinggi 30 hingga 60 centimeter.

Berdasarkan pantauan, genangan itu terlihat di kawasan Pondok, Ranah, Simpang Haru, Ganting, Lubuk Lintah, Andalas, Sawahan, Siteba, Lubuk Begalung, Khatib Sulaiman, Bagindo Aziz Cha dan Pasar Raya.

“Hujan yang terjadi baru beberapa jam, sudah mengakibatkan genangan air dimana-mana,” kata salah seorang warga yang melintas di kawasan Lubuk Lintah, Padang, Sonia.

Ia menambahkan buruknya drainase atau saluran air di daerah itu menjadi salah satu penyebab banjir di beberapa lokasi.

“Saya harus berputar agar bisa melewati kawasan yang tidak digenangi air,” ujarnya.

Karena, lanjutnya jika terus menerobos banjir tersebut maka akan mengakibatkan kendaraan mogok.

Ia mengharapkan perhatian yang serius dari pemerintah terhadap persoalan banjir yang terjadi, setiap kali hujan melanda daerah itu.

Sementara warga lainnya, Azhari mengatakan genangan air sudah mulai memasuki kedai warga di kawasan Lubuk Begalung, Padang.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah dapat memperbaiki sistem drainase di Kota Padang, agar tidak selalu terjadi banjir ketika hujan.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping telah mengeluarkan peringatan dini cuaca Sumbar yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang dapat disertai petir pada pukul 12.20 WIB di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai khususnya Siberut, Pasaman Barat meliputi Pasaman,Ranah Pasisie, Luhak Nan Duo, Padang Pariaman di Gasan, Kampung Dalam, Sei Geringging dan Sungai Sarik.

Kemudian di Padang antara lain Padang Selatan, Padang Barat, Lubuk Kilangan, Padang Timur, Nanggalo, Pauh V, Solok.

Hujan dapat meluas ke wilayah Agam,Padang Panjang dan sekitarnya yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiaji.

Sementara itu Wali Kota Padang, Mahyeldi mengingatkan warga untuk menghindari lokasi rawan bencana saat hujan lebat seperti selokan dan pinggir sungai.

Terkait terjadinya banjir, pihaknya sedang melakukan pemantauan ke lapangan pada beberapa titik rawan seperti Jondul, Koto Tangah dan Lubuk Begalung.

Selain waspada kata dia, warga juga selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa.[Ant]

Lihat juga...