Puncak Kunjungan ke Kelimutu Terjadi Saat Libur Lebaran

ENDE – Libur lebaran adalah peak season buat Taman Nasional Kelimutu dimana terbukti sejak tanggal 24 sampai 2 Juli 2017 Kelimutu dikunjungi 11.638 orang wisatawan nusantara dan  440 orang wisatawan mancanegara.

Demikian disampaikan petugas Taman Nasional Kelimutu Beni Rio Wibawanto kepada Cendana News Minggu (6/8/2017) terkait jumlah kunjungan wisatawan ke salah satu keajaiban dunia ini.

Dikatakan Beni. Data di pintu masuk menunjukan, jumlah pengunjung yang menggunakan kendaraan roda 6 sebanyak 31 unit, roda 4 sebanyak 1.045 serta kendaraan roda 2 sebanyak 2,329 unit.

“Jumlah kunjungan ini yang paling banyak selama semester pertama tahun 2017 dengan penerimaan negara melalui tiket masuk sejumlah 144,88 juta rupiah,” terangnya.

Jika melihat trend kunjungan ke Kelimutu pada Semester I tahun 2017  dibanding tahun sebelumnya, jelas Beni, kunjungan wisatawan nusantara meningkat 37 persen sedangkan wisatawan asing meningkat 29,4 persen.

Perputaran uang selama lebaran,lanjutnya,  data dari salah satu pedagang lokal, pop mie yang terjual selama 4 hari saja mencapai 500 dus atau senilai 120 juta rupiah sehingga andaikan saja itu kuliner makanan lokal seperti nasi merah dengan sayur lokal tentu akan lebih banyak uang yang tinggal di masyarakat sekitar sekaligus akan mengurangi sampah plastik.

“Sampah yang terkumpul mencapai 14 meter kubik dimana 93 persen sampah plastik berupa kemasan makanan dan minuman, snack dan lainnya, 1 persen  berupa kaleng minuman dan  sampah organic 6 persen seperti jagung kacang dan lainnya atau bisa dikatakan setiap seribu pengunjung menghasilkan sekitar 1,3 meter kubik sampah,” paparnya.

Beni berharap peluang wisata yang sangat besar ini bisa ditangkap oleh masyarakat lokal dengan menjajakan aneka souvenir dan makanan serta minuman serta memberikan suguhan wisata lainnya termasuk wisata budaya serta menyediakan home stay.

Beni Rio Wibawanto salah seorang staf Taman Nasional Kelimutu./Foto : Ebed de Rosary.

Nando Watu salah seorang anak muda yang aktif mengembangkan Desa Wisata Waturaka di dekat Kelimutu serta Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko, Ende yang dirintis sebagai salah satu wadah kreativitas dan pengembangan kawula muda berharap masyarakat sekitar kelimutu bisa memanfaatkan peluang ini.

Menurutnya wisatawan ke Kelimutu semakin meningkat seiring gencarnya promosi wisata Flores sehingga masyarakat sekitara kawasan wisata harus kreatif memperkenalkan wisata budaya, adat istiadat serta kuliner seperti makanan lokal dan kain tenun yang bisa dibawa pulang.

“Saya selalu ingatkan dan mengajak masyarakat khususnya kaum muda untuk berperan aktif menangkap peluang ini agar bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lihat juga...