KPK Buru BB OTT Dirjen Perhubungan Laut

JAKARTA — Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, hingga hari ini, Jumat (25/8/2017), petugas KPK masih terus berupaya mencari sejumlah barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Febri, dari hasil penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta, petugas KPK berhasil menemukan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menjerat Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono. Di antaranya, CCTV, dokumen serta surat-surat penting lainnya.

Saat ini, kata Febri, ada dua tim petugas KPK yang diturunkan ke lapangan untuk mencari sejumlah barang bukti lain, total ada 4 lokasi yang sempat digeledah petugas KPK terkait OTT sebagai salah satu upaya penegakkan hukum dan pemberantasan Tipikor.

Empat lokasi yang sempat digeledah petugas KPK tersebut, pertama adalah Rumah Dinas Dirjen Perhubungan Laut di Komplek Mess Perwira Bahtera Suaka, Blok B, Lantai 1, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kedua, ruang kerja Dirjen Perhubungan Laut di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Selanjutnya petugas KPK mendatangi lokasi ketiga, yaitu Kantor PT. Adhiguna Keruktama di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan lokasi keempat yang didatangi petugas KPK adalah rumah kediaman pribadi tersangka pemberi suap, yaitu Adiputra Kurniawan, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Baru saja dua tim petugas KPK telah selesai melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di Jakarta. Ada 4 lokasi yang digeledah petugas KPK untuk keperluan penyelidikan dan mencari sejumlah barang bukti terkait OTT dengan tersangka ATB (Antonius Tonny Budiono) dan APK (Adiputra Kurniawan), sejumlah dokumen, surat berharga dan CCTV dibawa petugas KPK ke Gedung KPK Jakarta”, kata Febri.

Febri juga menambahkan, petugas KPK sebelumnya diketahui sempat menyegel 3 lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan serta untuk mengamankan sejumlah barang bukti, agar tidak hilang atau rusak. Namun, sehari kemudian petugas KPK akhirnya melepas dan membuka segel tersebut, karena penyelidikan dianggap sudah cukup.

Lihat juga...