HUT RI, Warga di Lamsel Manfaatkan Barang Bekas
LAMPUNG — Masyarakat di beberapa pedesaan di Kabupaten Lampung Selatan mulai terlihat memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan RI pada Agustus, ini, dengan berbagai dekorasi menarik.
Di beberapa wilayah, sebagian masyarakat memasang umbul-umbul menarik dengan gambar Siger serta warna-warni menarik lainnya untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-72 RI, ditambah dengan pemasangan bendera Merah Putih di hampir di setiap rumah.
Herman, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, bersama warga lain jauh-jauh hari sebelumnya telah mengumpulkan gelas-gelas bekas air mineral yang dibuang dari sisa kegiatan hajatan atau arisan, untuk digunakan sebagai dekorasi. Ratusan gelas bekas air mineral tersebut diakui Herman sudah dicat dengan warna merah putih dua pekan sebelumnya dan dikerjakan secara bersama-sama oleh kaum ibu dan juga anak-anak.
“Kami sudah sepakat untuk memanfaatkan barang bekas seperti tahun sebelumnya, karena jika tidak dimanfaatkan justru akan menjadi sampah dan malah merusak lingkungan, karena sampah plastik tidak bisa diurai dalam tanah,” ungkap Herman, Rabu (9/8/2017) sore.
Pemasangan dekorasi dari barang bekas tersebut juga memanfaatkan kertas koran dan kertas bekas yang dicat warna merah dan putih sebagai warna bendera Negara Republik Indonesia, selain itu sebagian warga memanfaatkan kaleng bekas untuk digunakan sebagai rambu-rambu jalan terbuat dari bambu yang dipasang di tepi jalan desa.
Nely, salah satu ibu rumah tangga yang ikut terlibat dalam pembuatan dekorasi dari barang bekas menyebut, kegiatan yang melibatkan warga di setiap lingkungan itu sekaligus mengajarkan pada anak-anak sekolah untuk tidak membuang secara sembarangan botol bekas atau gelas air minum.
Nely yang juga guru sekolah dasar mengakui contoh konkrit dalam pemanfaatan barang bekas tersebut juga melibatkan anak-anak, mulai dari proses pengumpulan dan merangkai benang sebelum dipasang di antara pohon satu ke pohon lain di jalan desa.
“Kita tak hanya bicara jangan membuang sampah plastik atau kertas sembarangan, tapi langsung mempraktekkan pembuatan dekorasi dari barang bekas. Harapannya setiap melihat barang bekas yang bisa dipakai mereka tidak langsung membuang, karena tahu manfaatnya”, terang Nely.
Anak-anak yang dilibatkan, kata Nely, sekaligus diberi pemahaman terkait keberadaan sampah yang bisa merusak lingkungan, namun ternyata bisa dimanfaatkan sebagai dekorasi untuk memeriahkan suatu peristiwa penting, salah satunya HUT Kemerdekaan RI.
Selain di desa, di sekolah tempatnya bekerja, Nely juga membuat perlombaan bertema pemanfaatan barang bekas sebagai penyemarak ulang tahun NKRI, dengan peserta setiap kelas dan per siswa. Kreasi barang bekas tersebut dibuat menjadi lukisan dari kertas kardus, pembuatan miniatur rumah kardus dan menghias kelas dengan barang bekas.
“Kami ingin tanamkan kepada anak-anak, salah satu cara mencintai lingkungan di antaranya dengan menggunakan barang bekas untuk barang yang masih bisa dimanfaatkan, daripada berpotensi menjadi sampah yang sukar diurai alam,” terang Nely.
Selain bisa digunakan sebagai dekorasi bendera merah putih, ia menyebut gelas dan botol air mineral bekas diakuinya mulai digunakan di sekolah sebagai pot untuk menanam bunga dan sebagian digunakan sebagai hiasan untuk pembuatan gerbang sekolah dari barang bekas.
