Hanif Dhakiri : Kualitas Tenaga Kerja Rendah Karena Pendidikan Kurang Berkualitas
JAKARTA — Faktor tingkat pendidikan, kualitas ilmu pengetahuan dan ketrampilan memegang peranan penting dalam menentukan kualitas sektor tenaga kerja.
Semakin tinggi tingkat dan kualitas pendidikan seseorang maka pekerjaan yang didapatkannya tentu jauh lebih baik jika dibandingkan orang yang punya kualitas pendidikan dan ketrampilan yang lebih rendah.
Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Republik Indonesia Hanif Dhakiri saat berpidato dalam acara pembukaan Indonesia CSR Exhibition 2017 di Gedung Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Hanif menekankan perlunya dilakukan perbaikan yang khususnya dalam hal kualitas pendidikan dan ketrampilan.
Menurut Manakertrans saat ini Pemerintah Indonesia saat ini terus memperbaiki kualitas pendidikan dan ketrampilan di berbagai sektor. Langkah-langkah yang dilakukan, antara lain mulai memberikan pelatihan untuk lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak bekerja di luar negeri hingga mahasiswa di Perguruan Timggi atau Universitas.
Menakertrans Hanif Dhakiri mengakui bahwa memang tidak mudah memperbaiki kualitas dan kuantitas pendidikan atau ketrampilan bagi calon pencari kerja atau tenaga kerja, namun Pemerintah terus bertekad mengupayakan agar pendidikan dan ketrampilan semakin tahun semakin membaik sehingga diharapkan dapat bersaing dengan negara lain.
“Peningkatan kualitas dan ketrampilan calon tenaga kerja maupun bagi mereka yang tidak lagi bisa bekerja karena berbagai alasan, misalnya karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan sebab lainnya. Kita akan mengupayakan bagaimana mereka tetap mendapatkan penghasilan walaupun sudah tidak bisa lagi bekerja di sektor formal maupun informal,” papar Hanif di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Hanif berharap dengan adanya program peningkatan pendidikan dan ketrampilan tersebut maka diharapkan kedepannya akan mampu meningkatkan ketrampilan masyarakat. Namun katanyalagi hal tersebut tentu saja perlu waktu alias program hanya dapat berjalan apabila dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan atau terus menerus.
Hanif Dhakiri menambahkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan ketrampilan yang berguna bagi masyarakat adalah dengan cara memberikan bantuan sosial yang dilakukan oleh Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta lainnya diantaranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).