Es Gempol, Minuman Tradisional Khas Semarang

SEMARANG — Es Gempol merupakan salah satu minuman khas Semarang. Kuliner pelepas dahaga ini mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan atau di pasar tradisional. Di musim kemarau, minuman tradisional ini  menjadi salah satu solusi dahaga masyarakat.

Es Gempol. -Foto: Khusnul

Penjual es gempol, Heni Retno, merincikan, minuman es tersebut terdiri dari gempol, pleret, santan, gula dan es. Gempol terbuat dari adonan tepung beras  yang dibentuk, lalu diwarnai dan dikukus. Untuk gula kadang ada yang memakai gula cair atau gula bubuk.

Biasanya, Es Gempol disajikan dalam mangkok. Gempol, pleret dan gula bubuk dimasukkan dalam mangkok lalu disiram dengan kuah santan, kadang ada yang memakai es. Dalam beberapa menit saja, Es Gempol sudah siap dihidangkan.

“Es Gempol itu minuman yang menyehatkan. Bahan-bahannya pun tidak ada yang memakai pewarna atau pemanis buatan. Karena saya dari 12 tahun yang lalu diajarkan resep Es Gempol, jadi tidak ada yang saya ubah bahan-bahannya,” ujar Heni. saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/8/2017).

Menurut Heni, Es Gempol merupakan minuman tradisional. Sejak dulu sudah ada, hanya saja ia tidak tahu asal mula minuman ini. Ada yang bilang, minuman ini dari Semarang, ada yang bilang dari Solo. “Ya, tidak tahu sebenarnya minuman ini dari mana asal usulnya, ada yang bilang seperti itu. Tetapi, yang pertama kali mengajarkan saya membuat Es Gempol ini orang Solo,” imbuhnya.

Selain enak dan menyegarkan, Es Gempol juga tergolong minuman yang murah. Satu porsi Es Gempol dijual seharga Rp7.000. Benar-benar pas untuk kantong masyarakat yang membutuhkan kesegaran di siang hari.

Heni berpendapat, dengan adanya minuman-minuman yang menyegarkan di era sekarang tidak menyurutkan pendapatannya. Dia juga tidak merasa kalah saing dengan penjual minuman yang lain, malah suaminya pun ikut berjualan Es Gempol juga. Dirinya mengganggap, Es Gempol selalu mempunyai penikmatnya sendiri. Buktinya, ia bisa berjualan selama 12 tahun.

“Sehari saya bisa menjual sekitar 70-100 porsi, malah bisa lebih dari itu tergantung cuaca juga. Ya, kalau seperti ini harapannya kuliner seperti ini bisa terus berkembang dan tidak dimakan zaman. Saya yakin kuliner tradisional selalu dicintai seperti Es Gempol ini,” harap Heni.

Lihat juga...