Di Kapuas Hulu Masih Ada 169 DesaTertinggal

PUTUSSIBAU – Sebanyak 169 desa di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, masuk kategori daerah tertinggal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Dari 278 desa dan empat kelurahan, masih ada 169 desa yang masih tertinggal, itu perlu perhatian serius dari Pemerintah Pusat,” kata Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, saat Sosialisasi Pelaksanaan Program Prioritas Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Gedung Majelis Adat Budaya Melayu di Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (3/2/2017).

Ia menjelaskan, wilayah Kapuas Hulu sangat luas, sehingga APBD tidak mampu untuk membangun daerah. Antonius meminta pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan untuk ratusan desa yang masih tertinggal. “Jika ada anggaran di luar Dana Desa, sebaiknya diprioritaskan untuk membangun ratusan desa yang tertinggal di Kapuas Hulu,” pinta Antonius.

Bahkan, Antonius meminta pemerintah pusat ada perhatian khusus untuk pembangunan di Kapuas Hulu, apalagi masih ada daerah terisolir yang belum memiliki jalan darat.

Sementara itu, Dirjen Kementerian Daerah Tertinggal, Nyelong Inga Simon, mengatakan Pemerintah Pusat sudah banyak memberikan perhatian terhadap Kabupaten Kapuas Hulu, terutama untuk pengembangan sektor pariwisata, pelatihan gastronomi (menikmati kuliner dengan budaya) dan Bantuan Dana Desa (DD) yang disalurkan langsung ke pihak Desa.

“Khusus untuk daerah tertinggal di Kapuas Hulu, kami akan sampaikan kembali agar dapat menjadi bahan pertimbangan,” kata Nyelong.

Namun, menurut Nyelong, dari 278 desa Kapuas Hulu sudah ada 99 desa masuk kategori desa berkembang dan akan dijadikan desa mandiri. “Ditargetkan tahun 2019, minimal 56 desa menjadi desa mandiri, seharusnya di Kapuas Hulu tidak ada desa yang tertinggal, karena Kapuas Hulu kaya akan sumber daya alam,” tegas Nyelong. (Ant)

Lihat juga...