89 Persen Lahan Irigasi Indonesia Belum Didukung Ketersediaan Air Bendungan

YOGYAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, ketahanan air Indonesia saat ini masih lemah. Pasalnya sebanyak 89 persen lahan irigasi yang ada belum didukung oleh ketersediaan air yang berasal dari bendungan-bendungan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/foto: Jatmika H Kusmargana

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebutkan, Indonesia memiliki sebanyak 7,3 juta hektar lahan irigasi. Namun baru 11 persennya saja yang didukung air yang berasal dari sekitar 230 bendungan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sebanyak 230 bendunan yang ada baru mampu mendukung 11 persen lahan irigasi seluas 7,3 juta hektar,” katanya dalam diskusi ‘Refleksi 72 Tahun Indonesia Merdeka, Kerja Bersama untuk Kejayaan Indonesia’ di UGM, Sabtu (12/08/2017).

Untuk meningkatkan ketahanan air atau ketersediaan air di Indonesia, Kementrian PUPR sendiri dikatakan akan membangun sebanyak 49 bendungan baru dalam kurun waktu 5 tahun. Pembangunan bendungan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air Indonesia mencapai 19 hingga 20 persen.

“Kita menargetkan membangun sebanyak 49 bendungan. Tahun 2015 kita sudah berhasil membangun 15 bandungan. Tahun 2016, kita sudah membangun sebanyak delapan bendungan. Sedangkan tahun 2017 ini kita target selesaikan sembilan bendungan baru,” paparnya.

Dengan peningkatan ketahanan air hingga mencapai 19-20 persen tersebut, dikatakan akan mampu meningkatkan jumlah masa tanam hingga tiga kali dalam setahun sehingga pada akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi pangan nasional.

“Belum stabilnya harga kebutuhan pangan seperti, beras, cabai, bawang salah satunya disebabkan karena ketahanan air kita masih lemah. Sehingga harus ditingkatkan dengan pembangunan bendungan baru,” katanya.

Lihat juga...