KUPANG — Sebanyak 60 personel Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer) pada dua pulau terluar di NTT diganti setelah bertugas selama sembilan bulan menjaga pulau Batek dan Pulau Ndana yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia.
“Pasukan yang diganti adalah dari satuan Yonif 743/PSY dan Yonif 3 Marinir yang telah bertugas menjaga dua pulau terluar di wilayah NTT ini,” kata Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa di Kupang, Rabu (2/8/2017).
Hal ini disampaikan usai dilaksanakannya upacara pelepasan 26 prajurit TNI-AD dan 34 prajurit Marinir yang akan kembali ke satuannya masing-masing di Markas Utama Pangkalan TNI AL (Lantamal) VII Kupang, NTT.
Ia menjelaskan yang menggantikan dua satuan tersebut juga berjumlah 60 personel tergabung dalam pasukan TNI-AD serta TNI-AL. Satuan yang menggantikan tersebut berasal dari Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti dari Atambua dan Yonif 5 Marinir dari Surabaya.
Pasukan yang menggantikan Satgas Pamtas yang lama sudah bertolak ke pulau Batek dan Ndana pada Sabtu (29/7) pekan lalu dengan menggunakan KRI Teluk Parigi dan saat ini sudah bertugas di dua pulau tersebut.
“Nanti Marinir dengan TNI-AD akan digabungkan, untuk pulau Batek ada 26 prajurit yang terdiri dari 10 Marinir dan 16 dari TNI-AD. Sementara untuk di Pulau Ndana jumlah prajuritnya terbagi dalam 24 prajurit Marinir dan 10 prajurit TNI-AD,” tambahnya.
Lebih lanjut dalam sambutannya kepada pra prajurit tersebut Komandan berbintang satu itu menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya karena Satgas Pamputer telah bertugas dengan sangat baik.
“Saya merasa bangga karena bisa bekerja sama dengan kalian semua untuk menjaga kedaulatan NKRI ini,” tuturnya.
Pengamanan pulau terluar merupakan tugas terhormat jadi saat ini menurutnya pasukan yang sudah bertugas di pulau terluar dengan baik adalah pasukan yang sudah bisa menjaga kehormatannya.
“Saya berharap agar saat kembali ke satuan tetap menjalankan tugasnya seperti biasa dan pengalaman yang sudah dilaksanakan selama bertugas di pulau terluar menjadi pengalaman berharga bagi para prajurit tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu 60 prajurit yang telah bertugas selama sembilan bulan tersebut juga mendapatkan penghargaan Setya Lencana Wira Dharma bagian dari penghargaan karena para prajurit tersebut telah bertugas menjaga dua pulau terluar tersebut.[Ant]