RSUD NAS Dikembangkan sebagai Pusat Kesehatan Mata

KULON PROGO  – Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan mata yang didukung tenaga ahli dokter spesialis mata.

Direktur RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) Sandrawati Said di Kulon Progo, Minggu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana dan tenaga medis lainnya juga telah siap melayani masyarakat.

“Saat ini, RSUD NAS mulai mendapatkan kepercayaan masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan matanya, melihat antusiasme yang tinggi, RSUD NAS mengadakan kegiatan terkait pelayanan kesehatan mata,” kata Sandrawati.

Ia mengatakan RSUD NAS merupakan satu-satunya rumah sakit di Kulon Progo yang menjadi pelayan pusat layanan kesehatan mata (Eye Centre). Pusat eye centre ini diharapkan memberikan pelayanan pemeriksaan mata kepada masyarakat di Kulon Progo, dan juga dari kabupaten/kota di DIY.

“Kami menyiapkan dokter ahli mata yang siap memberikan pelayanan kesehatan mata,” katanya.

Sandrawati mengatakan latar belakang eye center ini dikarenakan di Kulon Progo, warganya banyak yang menderita katarak.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Bambang Haryatno mengapresiasi keikutsertaan Perdami dan pihak lain terkait dalam kegiatan bakti sosial RSUD NAS. Katarak merupakan 50 persen penyebab kebutaan, terutama kepada masyarakat usia tua. Jumlah penderita katarak di Kulon Progo dipastikan berjumlah lebih banyak dari total peserta operasi katarak gratis ini.

Menurut dia, katarak dapat disembuhkan. Ia menyayangkan, tidak sedikit warga yang takut untuk mengikuti operasi katarak, karena risiko yang mungkin terjadi. Saat ini, operasi katarak sudah menggunakan teknik bius yang lebih canggih, dengan rata-rata lama operasi sekitar 10 sampai 15 menit saja.

“Efektivitasnya juga bagus,” ungkapnya.

Bambang menambahkan katarak bisa dicegah dengan cara menggunakan penutup mata ketika dibutuhkan agar tidak langsung terpapar sinar matahari langsung, dan menjaga makanan yang dikonsumsi.

“Terlebih bagi orang-orang dengan penyakit darah tinggi dan diabetes. Mengingat, dua penyakit ini mempercepat terjadinya katarak pada mata,” katanya. (Ant)

Lihat juga...