Pondok Pesantren di NTB Diminta Ikut Merawat Keberagaman
SUMBAWA BARAT — Sebagai institusi pendidikan yang berbasis keagamaan yang lebih mengakar dan dekat dengan kehidupan masyarakat dengan santri basis jamaah yang besar, Pondok Pesantren (Ponpes)memiliki fungsi ganda.
Selain sebagai lembaga pendidikan pondok pesantren bisa lebih banyak berperan ikut serta menjaga dan merawat nilai keberagaman di tengah masyarakat yang demikian plural, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Ponpes dari zaman dahulu sampai sekarang terbukti memiliki kontribusi besar di Indonesia, karena itu peran tersebut kita harapkan bisa terus dimainkan, khususnya dalam menjaga dan merawat keberagaman di tengah masyarakat,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiah Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sabtu (8/7/2017).
Menurutnya, keberagaman dan perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan modal berharga untuk membangun kekuatan. Segala kekurangan yang dimiliki anak bangsa inipun tidak boleh dijadikan bahan perselisihan, yang diperlukan adalah saling melengkapi satu sama lain, ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa dibalik perbedaan dan keberagaman tersebut sesungguhnya terdapat rahasia sebagai kekuatan bersama untuk tampil sebagai bangsa yang kuat dan hebat.
“Cara terbaik untuk menjaga dan merawat kekuatan tersebut adalah dengan jalan menumbuhkan semangat persaudaraan sesama, rasa senasib dan sepenanggungan membangun silaturrahmi” katanya.
Karena itulah, Majdi mengajak para masyarakat untuk saling menghargai perbedaan, tidak boleh ada yang merasa lebih baik dari yang lain, karena semua manusia pada hakikatnya bersaudara