Mahasiswa Dorong Karang Taruna Pangandaran Lestarikan Kesenian Musik Angklung
PANGANDARAN — Menjaga kelestarian kesenian yang ada di suatu daerah adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dalam sebuah kesenian terkandung banyak nilai positif, utamanya dalam mengembangkan bakat seni yang dimiliki para pemuda di daerah tersebut.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN), STISIP Bina Putra Banjar, Jawa Barat, turut serta mendorong para Pengurus Karang Taruna Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk terus berkomintmen dalam menjaga kelestarian kesenian daerah Sunda khususnya kesenian alat musik angklung.
Kesenian alat musik angklung, merupakan sebuah kesenian tradisional khas Sunda (Jawa Barat), yang dikembangkan secara turun temurun, dan sudah ada sejak pulukan tahun lalu.
Ketua Kelompok KKN Mahasiswa STISIP Bina Putra Banjar, di Desa Pananjung, Munawar, Kamis (13/07), mengungkapkan, pihaknya sangat mendorong program yang digagas Karang Taruna Desa Pananjung, dalam hal pengembangan kesenian alat musik angklung, sebagai warisan budaya sunda, yang harus dikenalkan kepada generasi penerus bangsa, khususnya para pemuda yang ada di Desa tersebut.
“Hal ini, menunjukan bahwa kita sebagai generasi muda, masih peduli terhadap pengembangan serta menjaga warisan budaya, khususnya dalam melestarikan kesenian alat musik angklung dikalangan pemuda,”katanya
Selain itu, lanjut Munawar, kesenian angklung juga merupakan sebuah seni yang banyak di minati oleh semua kalangan, dan merupakan kesenian asli Indonesia, yang sudah diakui Dunia Internasional.
Apa yang dilakukan oleh pengurus Karang Taruna Desa Pananjung, dalam hal mengembangan dan melestarikan kesenian tersebut.
Terpisah, Ketua Karang Taruna Desa Pananjung, Fuad, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menyabut baik dan positif, atas segala dorongan dan dukungan yang diberikan dari mahasiswa peserta KKN dari STISIP Bina Putra Banjar, di Desa Pananjung, kususnya dalam hal pengembangan kesenian alat musik angklung.
“Dengan adanya kegiatan pengembangan kesenian alat musik angkung dikalangan pemuda ini, diharapkan para pemuda yang ada di Desa Pananjung ini, bisa belajar lebih tentang kesenian alat musik angklung, sehingga bisa menjaga warisan kesenian nenek moyang yang hampir punah tersebut,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa Karang Taruna Desa Pananjung, hampir sekitar tiga Tahun ini, rutin dan rajin memberikan pembelajaran dan peatihan cara memainkan alat musik angklung dikalangan pemuda desa.
Serta mengembangkan cara membuat alat kesenian angklung dikalangan pemuda, dan hasilnya langsung dijual sebagai penghasilan tambahan para emuda yang ada di Desa tersebut.