Pendidikan Dasar Syarat Calon Anggota Bahtera Sejahtera

MAUMERE – Koperasi kredit yang biasa juga dikatakan credit union Bahtera Sejahtera, memberikan bungan 1,8 persen dan bunga menurun serta mengembangkan produk padanan. Produk itu berteman-teman seperti simpanan rumah temannya pinjaman rumah, simpanan pendidikan temannya pinjaman pendidikan.

Kalau diteliti perbandingan antara bunga pinjaman dan simpanan, maka ada kejanggalan di CU Bahtera Sejahtera, di mana suku bunga simpanan pasti lebih besar dari suku bunga pinjaman, pengembangan simpanan bunganya lebih besar Demikian disampaikan Yohanes Edelbertus Dare, Manager Credit Union Bahtera Sejahtera, di kantornya, Rabu (12/7/2017).

Jadi, anehnya, kata Edel sapaannya, kenapa pengembangan simpanan atau bunga simpanan lebih besar dari bunga pinjaman, sehingga semua orang bertanya keuntungan lembaganya dari mana, karena sudah pasti rugi dan ini yang sering tidak dipahami. “Misalnya, kami mengembangkan bunga pinjaman 1,8 persen menurun, sementara simpanan 1 persen majemuk, tetapi karena dia bunga di atas bunga, maka dalam setahun bunganya 12 persen lebih,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menjadi anggota CU Bahtera Sejahtera, ada kewajiban yang harus dipenuhi anggota, di mana anggota harus mengikuti pendidikan selama dua hari terkait koperasi dan pengelolaan dana dengan biaya sebesar Rp75 ribu yang harus ditanggung anggota.

Dikatakan Edel, selama dua hari anggota akan diajarkan filosofi gerakan credit union, analisis sosial, perubahan pola pikir menuju habitus baru, membangun tabungan mandiri dan usaha produktif anggaran belanja keluarga.

Anggota juga diajarkan sistem perkreditan di CU Bahtera Sejahtera, produk dan pelayanan di CU Bahtera Sejahtera, menghitung deviden, bunga dan denda serta kewajiban perpajakan, pengawasan dan jalinan. “Pendidikan Dasar merupakan syarat utama untuk bisa menjadi anggota CU Bahtera Sejahtera, di mana peserta Pendidikan Dasar wajib mengikutinya secara penuh semua materi tanpa ditawar,” tegasnya.

Menurut Edel, Pendidikan Dasar menjadi  penting, karena merupakan salah satu pilar Credit Union dan nafas CU. Tanpa pendidikan, CU akan mati karena banyak anggota yang tidak memahami apa sesungguhnya CU. “Akibatnya, CU dirasakan tidak membawa perubahan dan banyak masalah muncul di kemudian hari dan lainnya,” ungkapnya.

Edel juga mengatakan, pemahaman mengenai koperasi dan kenapa harus menjadi anggota koperasi selama ini tidak dipahami oleh hampir semua anggota koperasi, meski sudah menjadi anggota belasan tahun, bahkan puluhan tahun sekalipun. Hal ini yang membuat banyak anggota yang bergabung di koperasi hanya sekedar agar bisa meminjam dana, sementara dirinya harus membayar bunga dan cicilan besar yang tidak ada bedanya dengan bank.

Sebagai Manager CU Bahtera Sejahtera, Edel menjelaskan, pihaknya memberikan Pendidikan Dasar bagi anggota sebelum bergabung, dengan tujuan agar anggota dan calon anggota dapat memahami dan mempraktekan filosofi CU, bahwa CU adalah gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang memberikan pelayanan keuangan bagi anggotanya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Pendidikan juga bertujuan, agar anggota dapat menganalisis keadaan sosial ekonomi masyarakat setempat menggunakan metode analisis sederhana dan selanjutnya memahami pentingnya kehadiran CU untuk memberdayakan masyarakat kecil,” terangnya.

Menurut Edel, pendidikan yang dilakukan juga berguna mengubah pola pikir lama, meninggalkan kebiasaan buruk, mampu menemukan cara-cara baru untuk memberdayakan diri atau hidupnya serta mampu menginspirasi orang lain di sekitarnya. “Dengan pendidikan, anggota dapat merancang usaha produktif sederhana untuk meningkatkan pendapatan serta memahami hakikat pinjaman di CU dan menerapkan analisis 5 C dalam mengajukan pinjaman dari CU, serta  merancang anggaran belanja keuangan keluarga dan mempraktekannya secara disiplin,” paparnya.

Amandus Siga, salah seorang anggota CU Bahtera Sejahtera, yang baru 7 bulan bergabung, mengatakan, awalnya dirinya diajak seorang rohaniwan Katolik yang mengatakan, bahwa koperasi ini berbeda dari lainnya, sehingga dirinya tertarik dan menjadi anggota.

Awalnya, kata Amandus, dirinya kaget kenapa harus ada pendidikan dasar selama dua hari. Tetapi, setelah mengikuti pendidikan dirinya mulai memahami apa itu koperasi dan wawasan tentang pengelolaan keuangan mulai terbentuk. “Saya bertanya juga kepada anggota lain sebelum bergabung dan mengecek apa manfaat yang didapat mereka. Ternyata, banyak anggota yang sukses dan budaya menabung mereka juga meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, kata Amandus, anggota juga paham dan bisa menghitung sendiri berapa uang yang dia miliki selama setahun dan berapa jumlah peningkatan uangnya, sehingga ada transparansi dan mendapat ilmu mengelola keuangan sendiri. “Saya juga pernah ditawari menjadi anggota koperasi lain yang mana kita mendapat bunga 10 persen, tetapi saya jadi berpikir kok bisa berarti ini sama saja berjudi,” ucapnya.

Lihat juga...