Aceh Barat Percepat Gali Sumur untuk Sawah

MEULABOH  – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh berupaya mempercepat penuntasan pembuatan sumur bor sebagai sumber air alternatif untuk mengaliri air ke area sawah petani yang sedang dilanda kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Safrizal di Meulaboh, Senin mengatakan, saat ini sedang dipacu pembuatan pengeboran di empat lokasi berbeda, terutama di kawasan area sawah yang jauh dari sumber air.

“Saat ini yang bisa kita lakukan hanya mempercepat penyelesaian sumur bor, sebab kekeringan yang melanda sawah karena tidak ada sumber air. Kami juga masih melakukan pendataan luasan sawah yang mengalami kekeringan itu,” katanya.

Safrizal menyatakan, empat titik lokasi yang sedang dipacu penuntasan sumur bor yakni di Desa/Gampong Krueng Beukah, Pasie Aceh, Karah dan di Woyla, kawasan tersebut berada di daerah sawah tadah hujan, yang hanya memanfaatkan sumber air dari langit.

Sementara terhadap kawasan area pesawahan yang dekat dengan sumber air seperti sungai maupun tersedia drainase besar, maka pompanisasi hidup nonstop dalam beberapa hari terakhir untuk menaikan air ke area sawah tanaman padi yang sudah kritis.

Kata dia, kecil kemungkinan tanaman padi akan bisa tumbuh subur apabila dalam sepekan ini tidak turun hujan, karena kekeringan sudah melanda sejak satu bulan terakhir dan jarang-jarang tanaman padi berusia sekitar 1,5 bulan ditanam bisa tumbuh kembali.

“Kalau dalam dua hari ini turun hujan, sawah bisa teraliri mungkin bisa tumbuh lagi tanaman padi itu, tapi kalau dalam satu minggu full tidak ada hujan sama sekali, maka tanaman padi sudah sangat sekarat,” sebutnya.

Petani dalam 12 kecamatan Aceh Barat pada musim tanam ini hampir semuanya melakukan tanam serentak, sementara bagi yang terlambat turun sawah, maka benih yang telah disemai tidak bisa dicabut lagi untuk ditanam karena sawah sudah keduluan kering.

Sementara sebagian tanaman padi lainya yang berhasil ditanam sebelum memasuki puasa atau pada pertengahan Mei 2017, maka saat ini kondisi tanaman padinya terganggu pertumbuhan, karena tidak ada air tanah sawah menjadi retak-retak dan hangus sehingga tanaman padi berwarna kuning.

Safrizal mengakui, kekeringan melanda pada musim tanam tahun ini sangat luar biasa dan panjang, hampir semua kawasan area sawah jauh dengan sumber air mengalami kekeringan dan besar kemungkinan akan terjadi gagal panen.

“Persoalannya sekarang karena memang tidak ada sumber air, kalau ada sumber air maka pompa mesin hidup terus,” katanya menambahkan. (Ant)

Lihat juga...