Lebaran Membawa Berkah bagi Pedagang Bunga Musiman
MAKASSAR — Berziarah ke makam orang terkasih sudah menjadi tradisi di kala lebaran. Salah satunya pemakamam yang bernama Butta Tianang yang terletak di Jalan Lariang Bangi, Kecamatan Tallo. Hari sudah menunjukkan siang, akan tetapi peziarah terus saja berdatangan ke area pemakamam ini.
Hal ini membawa berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di daerah seputarran pemakamam. Warga memanfaatkan momentum lebaran ini untuk menjual bunga. Biasanya bunga-bunga ini ditaburkan oleh para peziarah ke makam yang di kunjungi.
Hassanah salah satu warga yang tingga di daerah pemakamam ini bercerita setiap tahun dirinya selalu berjualan bunga-bunga di depan pemakamam.
“Saya biasa berjualan setahun 2 kali yaitu pada saat menjelang Ramadan serta pada saat lebaran. Ini sudah menjadi rutinitas tahunan saya”. tutur Hasannah pada Cendana News Minggu (25/06/2017).
Hassanah dan beberapa warga lainnya mengambil bunga asoka dan pandan itu di sebuah kampung, di Gowa. Pandan dibandroll seharga Rp2000 per lembar dan bunga yang di hargai Rp50.000 per kantong plastik besar. Pandan yang sudah di potong lalu dicapurkan dengan bunga asoka dan dibungkus menggunakan kantong kersek kecil.
Harga per bungkusnya kemudian di jual Hassanah dengan harga Rp5.000 pada orang-orang. Setiap harinya Hassanah bisa menjual 100 bungkusan bunga dalam satu minggu pada massa lebaran. Meski begitu keuntungan yang di peroleh Hassanah tidaklah pasti.
Hassanah menjelaskan bahwa terkadang bungkusan-bungkusan bunga-bunganya sering di tawar. Sehingga keuntungannya tidak pasti.
“Kalau keuntungan saya tidak pasti karena bungkusan bunga yang saya jual kadang ditawar Rp5.000 per 2 bungkus dan juga Rp10.000 per 3 bungkus,” jelas Hassanah.
Hassanah menargetkan, per harinya mendapatkan keuntungan Rp300.000 ribu. Pada musim lebaran seperti ini membawa kebahagian tersendiri bagi Hassanah dan warga sekitar Pemakamam Butta Tianang. Hasnah yang jika dihari lain menjadi pedagang gorengan dirumahnya dan warga lain cuma sebagai ibu rumah tangga biasa.
Namum di musim lebaran Hassanah dan warga lainnya mendapatkan penghasilan tambahan dengan berjualan bunga di depan pemakaman.
“Saya merasa senang sekali dengan adanya momentum lebaran seperti ini. karen, bisa mendapatkan penghasilan tambahan selama seminggu. Apalagi untuk membiayai anak-anak sekolah,” kata Hassanah tersenyum sambil menunjukkan rona kebahagiaannya.