Pemudik Lewati Pelabuhan Bakauheni dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa Menurun

LAMPUNG—Pemudik dari Pulau Sumatera tujuan Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak,  Banten mengalami penurunan dalam arus mudik tahun 2017 (1438 Hijriyah) dibandingkan arus mudik tahun 2016 (1437 Hijriyah).

Kondisi tersebut menurut Ahsan Muhtar selaku koordinator data rekapitulasi data harian angkutan lebaran 2017 PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia feri Cabang Bakauheni terlihat dari jumlah penumpang, kendaraan berbagai jenis yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Mereka menggunakan transportasi kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda. Ia bahkan menyebut penurunan jumlah pemudik tersebut terlihat dari jumlah penumpang yang mengalami penurunan lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ahsan Muhtar mengungkapkan tidak bisa menyebut secara pasti faktor yang menyebabkan menurunnya pemudik pengguna kapal laut dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa namun dipastikan jumlah data yang masuk terlihat penurunan sangat signifikan jumlah pemudik menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.

Penumpang kapal roro dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa yang dihitung sejak H- 10 (15/6) hingga sehari menjelang lebaran (H-1) (24/6) pada 2017 hanya mencapai 340.884 orang terdiri dari 34.740 orang penumpang pejalan kaki dan 306.144 penumpang dalam kendaraan. Jauh lebih sedikit dibandingkan 2016 dalam kurun waktu sepuluh hari sebelum lebaran dengan jumlah 1.436.501 orang.

“Berdasarkan data ada selisih penurunan sekitar ribuan orang penumpang dibandingkan tahun sebelumnya atau terjadi penurunan lebih dari sekitar dua puluh tiga koma tujuh persen dibandingkan tahun lalu untuk penumpang pejalan kaki serta penumpang di dalam kendaraan,”terang Ahsan Muhtar, kepada Cendana News, Minggu (25/6/2017)

Tren penurunan angka pemudik juga terjadi pada pemudik pengguna sepeda motor atau kendaraan roda dua yang tercatat selama sepuluh hari sebelum lebaran pada 2017 mencapai jumlah 7.300 unit kendaraan roda dua sementara tahun 2016 kendaraan roda dua menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa mencapai 89.181 unit.

Itu artinya terjadi penurunan sebanyak 81.881 unit kendaraan roda dua. Pemudik kendaraan roda empat juga terlihat mengalami penurunan dimana pada 2017 mencapai 38.071 unit sementara tahun sebelumnya mencapai 145.963 unit kendaraan roda empat.

Penurunan angka pemudik menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa menggunakan kapal laut tersebut diakui Ahsan Muhkar diprediksi akibat adanya tren pemudik yang tidak memilih berlebaran di Pulau Jawa mengingat sebentar lagi masa tahun ajaran baru anak sekolah.

Kondisi menurunnya angka pemudik yang menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa tersebut diakui oleh Warsa selaku sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Cabang Bakauheni. Ia menyebut produksi angkutan kapal roro dengan trip rata rata mencapai 96-138 trip tersebut diakuinya berpengaruh kepada pendapatan pengusaha kapal.

“Angkutan dari Pulau Sumatera banyak kapal yang muatannya sedikit sementara biaya operasional kapal tetap harus dipenuhi dan kita memang melihat layanan angkutan lebaran sebagai layanan kemanusiaan”terang Warsa.

Jumlah pengguna jasa yang menyumbang pemasukan cukup besar terutama kendaraan golongan VII hingga golongan IX yang bahkan dibatasi untuk kendaraan non sembako membuat pendapatan sejumlah pengusaha kapal cukup menurun dalam angkutan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Kondisi tersebut diakui Warsa yang juga pemilik perusahaan pelayaran Baruna tersebut bahkan belum tertutupi dalam pelayaran kapal dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.

“Kalau aspek bisnis tentunya kita ingin untung tetapi tren penurunan tersebut menunjukkan secara kasat mata perusahaan pelayaran kekurangan muatan,” ujar Warsa.

Ia bahkan menyebut data total kendaraan berbagai jenis yang menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa merosot cukup signifikan dimana pada 2017 total kendaraan menyeberang mencapai 61.292 unit sementara pada 2016 mencapai 278.888 unit atau mengalami penurunan sebanyak 22,0 %.

Saat arus balik yang oleh PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dimulai pada Selasa (27/6) ia berharap kapal kapal yang tergabung dalam DPC Gapasdap bisa mengangkut penumpang dan kendaraan yang bisa menutup biaya produksi.

Angkutan arus balik yang akan kembali ke Pulau Jawa bahkan diharapkannya bisa menutup operasional kapal yang sebelumnya cukup menurun drastis dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Lihat juga...